Review para Selebgram untuk Oreo Supreme, dari yang Enak sampai Biasa saja

Tim Editor

Robert Harianto. (Foto: Istimewa)

Jakarta, era.id - Kehebohan oreo supreme di kalangan netizen memancing sejumlah pesohor negeri tertantang buat mencicipi produk oreo termahal sepanjang sejarah ini. Penasaran gimana komentar pesohor negeri yang rela mengeluarkan uang Rp500.000 buat sebungkus oreo supreme isi 3 buah?

Review pertama datang dari pengusaha muda sekaligus selebgram Rachel Vennya. Dia bersama suaminya, Niko Al-Hakim tak ketinggalan hype oreo supreme yang sebenarnya enggak worth it itu. 

Lewat Instagram story yang diposting Rachel pada 13 Mei 2020, terlihat wajah flat Ibu dari Xabiru itu saat menggigit oreo dengan harga mahal. Meski menurut Niko rasanya enak, tetapi harga yang dibanderol enggak masuk akal sama sekali.

Baca Juga : Dijual hingga Rp269 Juta, Ternyata ini Istimewanya Oreo Supreme

“Enak, tapi enggak worth it di harganya,” kata Niko.

Bukan cuma Rachel dan Niko aja yang merasakan hypenya oreo supreme. Penyanyi sekaligus konten kreator Adeline Margaret juga rela mengeluarkan uangnya demi sebungkus oreo supreme. Lewat video di YouTubenya, Adeline mencoba membandingkan oreo supreme dengan oreo original yang berwarna hitam.

“Rasanya enggak kaya oreo, rasanya kaya red velvet. Enak banget serius. Jiwa miskin ku berteriak-teriak. Lebih garing, enak banget sumpah. Tapi tetep enggak worth it ya Rp600.000,” kata Adeline lewat video yang diposting pada 15 Mei 2020.



Meski menurut Adeline oreo supreme itu enggak worth it, dia tetap lebih menyukai oreo supreme dibandingkan oreo original. Menurutnya, rasa oreo original itu jauh lebih pahit, sementara oreo supreme lebih manis.

Kemudian review oreo hypebeast datang dari seorang anchor sekaligus konten kreator yang juga sering membuat konten berbau hypebeast, Robert Harianto. Sama halnya dengan Adeline, Robert juga membandingkan oreo kekinian itu dengan berbagai macam varian oreo yang lebih dulu ada, seperti original, cream strawberry, ice cream froze, dan lain-lain.

“220 kalori. Ini beneran nih? Ini parah banget loh kalo 220 kalori. Gue lari 4-5 kmitu dapet 300 kalori, kalo 220 kalori berati gue harus lari 3,5-4 km dan itu udah capek banget,” kata Robert setelah melihat kandungan kalori dari sebungkus oreo supreme.

Baca Juga : Irit Budget, Begini Cara Bikin Oreo Supreme Sendiri di Rumah

Kemudian Robert mencoba membandingkan ukuran antara oreo biasa dengan oreo supreme. Hasilnya, oreo supreme memiliki diameter yang lebih besar sedikit. Sementara untuk harga, Robert juga mencoba kalkulasi perbandingan yang hasilnya berbanding jauh untuk harga 1 keping oreo.

“Bayangin Rp533 harga oreo biasa dengan Rp15.000 harga oreo supreme. Jadi perbedaannya aja udah 30 kali lipat. Lalu keluar dari toko harga oreo biasa tetap sama, oreo supreme jadi Rp200.000, udah 400 kali lipat perbedaannya,” lanjut Robert.



Selain itu, menurut Robert, bagi orang-orang yang marah dengan harga oreo supreme, sebenarnya letak kelebihannya ada di desain dalam biskuit berwarna merah itu. Mulai dari perbedaan logo sisi satu dengan lainnya, penempatan logo dan nama supreme di biskuit, hingga desain dalam biskuit yang memiliki tekstur zig-zag.

“Secara keseluruhan kesimpulannya adalah ukurannya lebih besar, motifnya berbeda, krimnya lebih tebal, dan cookiesnya lebih crispy,” kata Robert.

Sebagai penutup, menurut Robert kolaborasi antar brand fesyen besar dengan brand makanan besar ini termasuk ke dalam kolaborasi yang seimbang antar kedua belah pihak. Tetapi dia menegaskan hanya akan sekali membeli oreo supreme di tengah pandemi saat ini.

Tag: viral anak nonton porno

Bagikan: