Roket Terkuat di Dunia Angkut Mobil ke Mars

Tim Editor

Falcon Heavy saat lepas landas dari Pusat Antariksa Kennedy di Florida, Amerika Serikat. (twitter spacex)

Jakarta, era.id - Roket Falcon Heavy milik perusahaan SpaceX melesat ke luar angkasa dari Pusat Antariksa Kennedy di Florida, Amerika Serikat. Roket tersebut membawa mobil sport Tesla berwarna merah ke orbit di dekat Mars.

Ruang kendali peluncuran pecah dengan sorak-sorak seketika saat roket terbesar yang pernah diproduksi SpaceX itu menyalakan 27 mesin turbonya. Teriakan penonton yang memadati garis pantai sepanjang Florida juga tak kalah riuh setelah Falcon Heavy berhasil mengangkasa tanpa insiden, Selasa (6/2) waktu setempat. 

"Wow, apakah Anda melihatnya? Menakjubkan," kata komentator di ruang kendali misi Falcon Heavy.

Penonton di belahan dunia lain ikut terpana menyaksikannya melalui webcast SpaceX. Mereka dapat melihat mobil Tesla bertuliskan "Jangan Panik" di dashboard membumbung tinggi melampui sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter. Terdengar juga lagu David Bowie bertajuk Space Oddity di dalam mobil.


Mobil sport Tesla berwarna merah yang dibawa roket Falcon Heavy. (twitter spacedotcom)

"Pandangan saya ada ledakan raksasa di tempat peluncuran, kemudian ada ban menggelinding di jalan. Namun, beruntung hal itu tidak terjadi," ujar CEO SpaceX, Elon Musk, bersyukur peluncuran roket berhasil, seperti dilansir dari laman Space.com, Rabu (7/2/2018).


Falcon Heavy saat lepas landas dari Pusat Antariksa Kennedy di Florida, Amerika Serikat. (twitter spacex)

Dengan sokongan puluhan mesin, daya dorong Falcon Heavy saat lepas landas mencapai 5 juta pon, atau setara dengan 22.819 kilonewton. Kuatnya daya dorong membuat daya angkut roket ini mencapai 64 ton, atau setara dengan lima bus tingkat di London, Inggris

Menurut Musk, Falcon Heavy bisa mengangkat beban dua kali lipat dari roket terkuat di dunia yang sebelumnya dinobatkan ke Delta IV Heavy. Sebab itu, kemampuan angkut beban roket ini dianggap paling kuat di dunia. 

Roket ini memiliki tinggi 23 lantai. Musk mengaku, setelah mengetahui keberhasilan misinya ini dia akan membuat roket lebih besar. Namun, dengan ukuran yang masih belum diketahuinya. Paling lambat, kata Musk, misi baru akan berlangsung selama tiga hingga enam bulan mendatang.

Kepercayaan diri Musk itu muncul untuk memenuhi impiannya membuat roket sebagai alat transportasi orang ke Bulan atau Mars.

"Saya kira kami siap untuk menempatkan satelit di misi berikutnya, dalam waktu dekat," kata Musk.

Sehari sebelum diluncurkan, SpaceX sempat menunjukan maneken berbaju astronot ditempatkan di kursi kemudi mobil Tesla. Maneken itu diberi nama Starman, lagi-lagi nama diambil dari tembang lawas milik David Bowie.

Tag: chipset teknologi 7nm

Bagikan: