Seni Panggung dari Trauma di Masa Tua
Seni Panggung dari Trauma di Masa Tua

Seni Panggung dari Trauma di Masa Tua

By Wilson Septrudy Purba | 12 Feb 2018 10:33
Jakarta, era.id – Memori memiliki dampak yang bisa mempengaruhi hidup kita. Memori buruk bisa menghantui kita di masa depan. Teater Stasiun mengangkat realitas ini melalui pementasan yang bertajuk 'MEMORI DISORDER' dalam rangka Djakarta Teater Platform yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jakarta.

Berkisah tentang tiga orang sahabat yang punya trauma berbeda terhadap masa lalunya. Tokoh Bram, seorang bekas tentara pasukan Seroja dalam penyerbuan Perang Kemerdakaan Timor Leste, trauma ditinggal mati istrinya. Tokoh Bardi cacat akibat penyerbuan itu. Tokoh Merry dulu pernah diperkosa Bram sampai hamil. Memori buruk menghantui ketiganya dalam bentuk yang beragam.

Pementasan ini menjadikan tubuh aktor, boneka, dan topeng sebagai simbol penyimpan memori. Artistik yang penuh permainan siluet dan detail hitam-putih memiliki filosofinya sendiri. 'MEMORI DISORDER' berusaha menyampaikan pesan bahwa orang yang trauma di masa tua merupakan suatu realitas yang ada di sekitar kita.  Mereka mungkin terlihat aneh, tapi kita jangan lari, ayo kita peduli!

Tags : lifestyle
Rekomendasi
Tutup