Perkembangan Film Nasional Makin Positif

Tim Editor

Diskusi bertajuk Gairah Perfilman Indonesia (Yasir/era.id)

Jakarta, era.id – Perkembangaan perfilman Indonesia saat ini dinilai positif. Hal itu disampikan Corporate Secretary Cinema 21, Catherine Keng, dalam diskusi bertajuk Gairah Perfilman Indonesia yang diselenggarakan di Eat & Eat, Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (22/2/2018) malam.

“Dari sisi exhibitor, kami melihat perkembangan peta perfilman Indonesia sangat-sangat positif. It’s the best ever,” ucapnya.

Catherine menuturkan, market share film nasional yang tayang di Cinema 21 dari 2008-2018 cenderung naik turun. Kendati demikian, selama 2017, ada 35 persen dari keseluruhan jumlah penonton yang menonton film nasional. Meningkat dari tahun 2016 yang hanya mencapai 32 persen.

“Kami berharap, proyeksi untuk tahun ini secara konservatif akan bisa mencapai 37 persen. Tapi dalam hati kecil sih berharapnya bisa 40 persen,” lanjutnya.



Jumlah penonton film nasional pada 2017 juga mengalami peningkatan. Setelah pada 2016 hanya mencapai sekitar 35 juta penonton, kini menjadi 42.631.255 penonton dari 116 judul film yang ditayangkan. 

Menanggapi momentum tersebut, sineas muda Angga Dwimas Sasongko menganggap hal itu bisa menjadi sinyal bagus bagi kreator untuk lebih berani membuat film yang berbeda. Ia juga berharap industri perfilman Indonesia tidak menganggap hal itu sebagai sesuatu yang tidak penting.

“Ada banyak peluang ke depan, tapi membenahi diri untuk bisa punya kapasitas yang lebih baik. Baik secara kreativitas dan pengelolaan bisnisnya. Itu menurut saya jadi satu hal penting supaya momentum pertumbuhan ini bisa kita jaga sama-sama,” kata Angga yang juga turut menjadi narasumber dalam diskusi tersebut.

Bagikan: