Jalur Pendakian Gunung Semeru Dibuka 4 April

Tim Editor

Danau Ranu Kumbolo (Foto: bromotenggersemeru.org)

Lumajang, era.id - Ada kabar gembira untuk pecinta ketinggian dan penikmat kabut tipis. Jalur pendakian Gunung Semeru kembali dibuka untuk umum pada 4 April 2018. 

Jalur pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa ini sempat ditutup sejak 1 Januari 2018. Penutupan ini dilakukan karena cuaca buruk dan untuk pemulihan ekosistem di sepanjang jalur pendakian, serta menjaga keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa di kawasan tersebut.

Pembukaan jalur ini sesuai dengan hasil rapat koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait. Hasil rapat itu membuahkan keputusan untuk membuka jalur pendakian di Gunung Semeru.

"Dari rapat koordinasi tersebut ada beberapa kesepakatan yang ditandatangani bersama oleh para pihak yang isinya sepakat untuk pembukaan jalur pendakian Gunung Semeru pada 4 April 2018," kata Pelaksana Harian Kepala Bidang Wilayah 2 TNBTS Budi Mulyanto, dilansir dari Antara, Jumat (30/3/2018).


(Foto: bromotenggersemeru.org)

Tapi, tidak semua wilayah bisa dijelajah para pendaki. Pendaki disarankan hanya melakukan perjalanan hanya sampai Kalimati dan tidak disarankan mendaki sampai Puncak Mahameru.

"Kami juga menyepakati bahwa batas aman pendakian di gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut direkomendasikan hanya sampai Kalimati, sehingga pendaki dilarang keras untuk mendaki hingga puncak Semeru (Mahameru)," ujar dia.

Budi mengatakan Gunung yang memiliki ketinggian  3.676 meter dari permukaan laut ini dibukan setelah dilakukan survei dan pembersihan jalur pendakian oleh petugas TNBTS dan berbagai pihak. Sehingga jalur tersebut dinyatakan aman untuk didaki karena bersih dari pohon tumbang dan tanah longsor.

"Begitu pula juga sarana dan prasarana yang mendukung di sepanjang jalur pendakian mulai dari Ranu Pani hingga Kalimati, bahkan rambu-rambu sederhana petunjuk jalur pendakian untuk pendaki juga sudah ada," katanya.

Baca Juga : Objek Wisata KW di Indonesia

Status Gunung Semeru pada Level II (waspada), sehingga pendaki tidak boleh melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari Puncak Jonggring Saloko karena berbahaya sesuai dengan rekomendasi Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

"Kami mengimbau para pendaki memiliki kesadaran yang cukup tinggi untuk mematuhi rekomendasi TNBTS dalam melakukan pendakian ke Gunung Semeru dan menggunakan jalur resmi pendakian, agar tidak tersesat," ucap Budi.

Pihak TNBTS juga membuat tanda batas (stringline) untuk daerah yang tidak boleh mendirikan tenda, dengan daerah camping ground. Sementara, penanda jalur arah Kalimati ke Arcopodo masih sama untuk menandai jalur rawan longsor dan tebing.

"Para pihak juga berkewajiban melakukan koordinasi dalam mewujudkan zero accident dan zero waste sesuai dengan kewenangannya masing-masing setelah jalur pendakian Gunung Semeru dibuka untuk umum," katanya.

Bagikan: