Duka Barca, Pesta Roma

Tim Editor

Sedang memuat podcast...

Daniele De Rossi (Twitter @OfficialASRoma)

Jakarta, ear.id - Semua pihak awalnya ragu, AS Roma bisa bangkit di leg kedua perempat final Liga Champions, Selasa (10/4/2018) menyusul kekalahan telak 1-4 di leg pertama. Mereka keliru. Para gladiator bertempur tanpa rasa takut dan mencukur Barcelona 3-0 sekaligus lolos ke semifinal.

Seperti dikatakan pelatih Eusebio Di Francesco, Roma harus bermain dengan penuh rasa bangga. Mengeluarkan kemampuan terbaik adalah kunci segalanya. Jika hasil akhir tidak berpihak, setidaknya mereka sudah bekerja keras.

Gelandang Belgia Radja Nainggolan juga berpendapat serupa. Alasan dia bertahan di Roma adalah dukungan fans yang luar biasa dan rasa bangga mengenakan jersey tim ibu kota. Apalagi bermain di stadion Olimpico, kemenangan merupakan hasil yang absolut.

Para gladiator bermain tanpa rasa takut. Jika cuma keringat yang diteteskan, sepertinya belum cukup. Mereka mengejar defisit tiga gol dengan kepercayaan diri yang tinggi. Tak peduli, lawannya adalah salah satu tim terbaik dunia yang juga dihuni pemain--yang katanya--berasal dari planet lain, Lionel Messi.

Pasukan gladiator tidak gentar. Status tidak diunggulkan membuat mereka tampil tanpa beban. Hidup atau mati, mereka akan tetap tegak berdiri. Penuh rasa bangga dan cinta terhadap jersey yang dikenakan. Bagi Romanisti, stadion Olimpico adalah altar 'pemujaan' yang sangat sakral.

Tumpahkan darah layaknya gladiator yang bertarung di Colosseum. Goreskan cakar seperti serigala yang mencari mangsa. Buat lawan mengerang kesakitan, tanpa ampun! Edin Dzeko (6'), Daniele De Rossi (58') dan Kostas Manolas (82') adalah serigala-serigala bengis yang mencabik-cabik kejemawaan Los Blaugrana.

Kini kaki mereka sudah berada di babak semifinal. Sebuah pencapaian luar biasa bagi tim yang puasa gelar bertahun-tahun. Sekarang harus bagaimana? Kepalang tanggung! Mengapa tidak menargetkan babak final dan bahkan menyabet gelar juara?

Jika kemudian tersingkir di semifinal, apakah hina? Tidak! Kalau boleh meminjam kalimat inspiratif dalam The Replacements  (2000), sebuah film bergenre sport comedy yang dibintangi Keanu Reeves

"Greatness, no matter how brief stays with the man!"

Ya, kejayaan seberapa pun singkatnya hidup bersama si pelaku. Kehebatan Roma menjungkalkan tim bertabur bintang dan uang Los Blaugarana akan selalu dikenang hingga akhir hayat para Romanisti.

Giallorossi
patut berteriak lantang; We are the wolves!


Ilustrasi (Ayu/era.id)

Tag: liga champions as roma

Bagikan: