Sinar Salah, Sinyal Roma

Tim Editor

Mohamed Salah (Twitter @LFC)

Liverpool, era.id - Meski kalah 2-5 di leg pertama semifinal Liga Champions yang berlangsung di Anfield, Selasa (24/4/2018) malam, Roma memberi sinyal kepada Liverpool melalui gol tandang mereka. Awas, jangan sampai The Reds seperti Barcelona!

Ya, meski The Reds terlihat digdaya melalui dua gol megabintang mereka Mohamed Salah (35', 45'), dua gol Roberto Firmino (61', 69') dan sebiji gol Sadio Mane (56') serta menguasai jalannya pertandingan dengan menggenggam penguasaan bola sebesar 59 persen berbanding 41 persen di babak pertama, namun di interval kedua Pasukan Serigala berhasil memberi sedikit cakaran di lini pertahanan The Reds.

I Giallorossi mampu membalikan penguasan bola sekaligus mencetak dua gol tandang penting melalui Edin Dzeko (81') dan penalti Diego Perotti (85'). Ini tentunya membuka harapan mereka untuk bisa melangkah ke babak final kompetisi paling bergengsi di Benua Biru jika mampu melakukan comeback seperti saat membungkam Los Blaugrana tiga gol tanpa balas di babak perempat final.

Tiga menit menjelang laga usai, Serigala Roma bahkan nyaris mencetak gol ketiganya andai Perotti lebih tenang dalam melakukan tendangan. Menerima umpan matang dari Dzeko di dalam kotak penalti, pemain Argentina gagal merobek gawang kiper Loris Karius sehingga skor akhir tetap 5-2 untuk kemenangan The Reds.


Malam tak terlupakan di Anfield bagi pendukung Liverpool (Twitter @ChampionsLeague)

Seusai laga, kapten Roma Daniele De Rossi menolak menyerah begitu saja dan bercermin kepada apa yang dilakukan timnya di babak perempat final. Sang kapten yakin, harapan itu ada.

"Apa yang kami lakukan di perempat final adalah bukti tidak ada yang tidak mungkin dan kami punya tugas untuk mencobanya, buat diri kami, dan di atas segalanya, buat orang-orang yang mencintai Roma," kata De Rossi kepada Mediaset Premium, seperti dilansir dari Soccerway.

"Hari ini adalah kesalahan kami sekaligus kualitas hebat Liverpool. Memang tidak akan mudah di leg kedua, tapi kami harus memulainya dari kesalahan ini. Tidak ada yang tidak mungkin dan kami tahu itu," lanjutnya.

Dalam laga ini, the one and only Mohamed Salah terpilih sebagai man of the match berkat dua gol dan dua assist yang dicetaknya. Dengan capaian ini, Salah lagi-lagi mencatatkan rekor. Dilansir dari Opta, Salah menjadi pemain Liverpool pertama yang mencapai 10 gol di satu musim Liga Champions sebelum kemudian disamakan rekannya sendiri, Firmino dalam pertandingan ini.

Salah juga menjadi pemain Afrika pertama yang mencetak setidaknya sembilan gol dalam satu musim kompetisi elite Benua Biru di mana sampai saat ini pemain 25 tahun telah mencetak total 10 gol dan 4 assist. Catatan penting lainnya dalam pertandingan tadi malam, Salah tidak merayakan dua gol yang dicetaknya ke gawang Roma demi menghormati mantan klubnya yang dibela selama periode 2015-2017. 

Salah--yang baru saja dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga Inggris--sejauh ini telah mencetak 43 gol di semua kompetisi pada musim pertamanya di Anfield. Jumlah ini lebih sedikit empat bola dari 47 gol yang dicetak legenda The Reds Ian Rush pada 1983/84. Salah masih memiliki peluang menambah pundi-pundi golnya mengingat The Reds masih memiliki tabungan tiga pekan di Liga Premier dan mereka masih bermain di leg kedua Liga Champions serta berpeluang lolos ke babak puncak.

Dengan sejumlah rekor yang dibukukan Salah plus penampilan ciamiknya dalam pertandingan ini, De Rossi pun angkat bicara sekaligus memuji kualitas mantan rekannya.
 
"Kami mengenal Salah dengan baik, kami tahu dia pemain hebat dan juga pribadi yang baik. Dia telah membuktikan kualitasnya dan menjadi pemain yang menentukan bagi Liverpool, seperti yang kami tahu (saat di Roma) dia bisa melakukannya," tandas De Rossi.

Leg kedua babak semifinal akan dimainkan di Olimpico pada Rabu, 2 Mei 2018.


Ilustrasi statistik Liverpool Vs Roma (Yuswandi/era.id)

Tag: liga champions liverpool as roma mohamed salah

Bagikan: