Meregang Nyawa, Mendongkrak Karya

Tim Editor

    Ilustrasi (Abid/era.id)

    Jakarta, era.id - Belum juga kering air mata yang menetesi pipi para penggemar musik dunia akibat kematian dua ikon rock; Chris Cornell dan Chester Bennington pada pertengahan 2017 yang disusul dengan kematian ikon K-Pop Kim Jonghyun di penghujung tahun yang sama, dunia musik kembali digegerkan oleh kematian musisi EDM, Avicii pada Jumat (20/4/2018). 

    Meski hasil autopsi kepolisian belum mengonfirmasi penyebab kematian pemilik nama lengkap Tim Bergling ini, tapi pihak keluarga memberikan pernyataan yang mengindikasi Avicii mengakhiri hidupnya sendiri. Artinya, sama dengan Cornell, Bennington dan Jonghyun.

    Tapi, bukan itu yang akan dibahas di sini. Meroketnya penjualan album dan lagu milik keempat musisi hingga mencapai angka lebih dari 500 persen merupakan fakta sekaligus fenomena dalam konteks yang ironi. Sebuah gonjang-ganjing yang--uniknya--hanya bisa disaingi oleh Mbah Surip, musisi Indonesia.

    Avicii


    Avicci (Twitter @avicii)

    Sejak dikabarkan meninggal dunia di Muscat, Oman pada pekan lalu, penjualan karya musik milik DJ asal Swedia ini meningkat hingga 6000 persen di Amerika Serikat. Menurut Nielsen Music, lagu-lagu Avicii yang dijual di gerai-gerai digital bahkan diunggah sebanyak 25.000 kali pada hari kematiannya.

    Penjualan album debut Avicii, True juga mengalami peningkatan sebesar 12.000 persen pada tanggal tersebut. Sementara salah satu hits-nya yang paling fenomenal, Wake Me Up terjual sebanyak 8000 kopi pada hari yang sama.

    Berita ini, ironinya, datang bersamaan dengan kabar yang menyebutkan Avicii tengah menggarap materi musik baru. Menurut presiden label rekaman Geffen Records Neil Johnson, materi yang tengah digarap pria kelahiran 8 September 1989 ini merupakan barisan komposisi terbaik yang pernah dibuatnya selama ini.

    Kim Jonghyun


    Kim Jonghyun (Twitter @novrocho19)

    Di tangga musik utama dan situs streaming di Korea, lagu solo Jonghyun, Lonely, yang dicomot dari album kompilasi keduanya, The Collection: Story Op. 2 langsung menerobos ke peringkat pertama tangga musik Melon setelah kematiannya pada 18 Desember 2017. Lagu yang dirilis delapan bulan sebelumnya itu juga menduduki posisi puncak di portal dan tangga musik Genie. Sementara di Naver Music dan Bugs lagu ini berada di peringkat ketiga.

    Lagu solo Jonghyun lainnya, End Of A Day--yang dirilis pada 17 September 2015--menjadi tren di Bugs, Mnet Music Charts, Naver Music dan Soribada. Tak hanya itu, lagu karya Jonghyun yang dinyanyikan oleh Lee Hi, Breathe bertengger di posisi dua Naver Music dan Bugs dan posisi ketiga di Melon dan Genie.

    Di Billboard World Albums, album  kompilasi The Collection Story Op. 2 juga kembali ke tangga album tersebut dengan menempati posisi ke-5, sekaligus terjual sebanyak 1.000 keping hanya dalam waktu tiga hari pascakematiannya. Single terakhirnya, Lonely juga menerobos posisi keenam di tangga lagu Billboard World Digital Song Sales untuk pertama kalinya dan terjual sebanyak 1.000 unduhan pada periode yang sama dengan total penjualan mencapai angka 2.000 keping di Amerika Serikat.

    Single debut Jonghyun bersama boyband SHINee, Replay juga kembali menembus tangga lagu Billboard World Digital Song Sales. Lagu berkontur R&B rilisan 2008 ini mencapai posisi ke-12 setelah berhasil terjual sebanyak 1.000 keping pada pekan pertama kematiannya yang ditutup pada 21 Desember 2017 lalu. Secara keseluruhan, lagu ini telah terjual sebanyak 22.000 unduhan di Amerika Serikat.

    Chris Cornell


    Chris Cornell (Foto: chriscornell.com)

    Angka penjualan lagu-lagu Chris Cornell--baik solo maupun bersama Soundgarden dan proyekan lainnya--juga langsung meroket pasca-kematiannya pada 18 Mei 2017. Menurut statistik yang dilakukan Nielsen Music, katalog musik Cornell--yang menggabungkan antara penjualan album fisik, digital dan streaming--bertambah sebesar 552 persen.

    Lagu-lagu yang di-streaming, baik dalam format audio maupun video, telah ditonton atau didengarkan sebanyak 32,5 juta kali atau naik 549 persen dari angka semula, 5 juta. Katalog albumnya terjual sebanyak 38.000 keping (naik 1,732 persen dari angka 2000 keping) dan lagu-lagu digitalnya terjual sebanyak 4.000 buah (naik 2,222 persen dari angka 6000).

    Bukan hanya itu. Tujuh single milik Cornell bahkan langsung menembus tangga lagu Hot Rock Songs versi Billboard. Lagu-lagu Soundgarden;  Black Hole Sun,  Fell On Black Days dan Spoonman berada di posisi 7, 16 dan 19. Lalu lagu-lagu Audioslave; Like A Stone, Show Me How To Live, dan “I Am The Highway berturut-turut bertengger di level 10, 21 dan 25. Sementara lagu Temple Of The Dog; Hunger Strike menempati peringkat ke-18.

    Chester Bennington


    Chester Bennington (Foto: linkinpark.com)

    Hal ini selaras dengan penjualan katalog musik Linkin Park yang juga meningkat pesat setelah ditinggal vokalisnya, Chester Bennington pada 20 Juli 2017. Selama satu pekan pasca-kematiannya, streaming lagu-lagunya meroket hingga 730 persen. Luar biasanya, di hari kematian Bennington, penjualan album dan lagu Linkin Park melambung hingga 5,332 persen.

    Pada 20 Juli, album-album fisik Linkin Park terjual hingga 21.000 keping, sementara untuk versi digitalnya diunduh sebanyak 90.000. Bandingkan dengan sehari sebelumnya yang tidak mencapai angka 1.000 keping (fisik) dan hanya diunduh 2.000 kali untuk versi digitalnya. Total, di hari kematian Bennington, album dan lagu Linkin Park laku dengan mencapai angka penjualan 111.000 keping setelah sehari sebelumnya hanya mampu menembus angka 2.000 keping.

    Yang paling laris adalah album terakhir mereka, One More Light, yang terjual lebih dari 6.000 keping dalam waktu sehari. Sementara untuk kategori lagu yang paling banyak diunduh adalah In The End sebanyak 11.000, disusul dengan Numb (10.000), Heavy (7.000), What I’ve Done (6.000), dan Crawling (5.000).

    Masih di hari kematian Bennington, empat album Linkin Park juga kembali menerobos tangga album Billboard 200.  One More Light berada di posisi ke-17, Hybrid Theory (27), Meteora (41), dan Minutes to Midnight (115). Keempatnya juga kembali menembus tangga lagu Top Rock Albums, menempati posisi 3, 5, 6 dan 27.

    Sekilas tampak luar biasa. Tapi, haruskah kita mengorbankan nyawa demi larisnya sebuah karya? Tentu tidak! Kematian Avicii, Jonghyun, Cornell, dan Bennington yang diakibatkan bunuh diri adalah sebuah tragedi yang tidak bisa dinilai dengan uang. Diburunya karya-karya keempat musisi ini tentu bukanlah tujuan mereka saat memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Tapi bentuk rasa cinta dan keingintahuan para penggemar musik dunia menjadi salah satu alasannya.

    Mbah Surip

    Empat fenomena di atas mengingatkan kembali pada kisah kematian musisi Indonesia, Mbah Surip, pada Agustus 2009. Meski musisi yang memiliki nama asli Urip Ariyanto ini tidak meninggal dengan cara bunuh diri, tapi albumnya sama-sama diburu begitu ia meninggal dunia. Di salah satu toko kaset/CD kenamaan di bilangan Jakarta Selatan, album terakhir Mbah Surip, Tak Gendong berada di peringkat 20 besar kategori penjualan sebelum dia meninggal dunia. Dalam satu hari, rata-rata tiga CD terjual.

    Setelah Mbah Surip meninggal, penjualan naik jadi 10 CD per hari. Penjualan albumnya pun naik ke peringkat empat. Dan luar biasanya, kebanyakan penikmat musik Mbah Surip merupakan orang-orang dengan level ekonomi menengah ke atas, mengingat penjualan album dalam bentuk CD lebih laku ketimbang kaset.

    Tidak hanya yang asli, CD bajakan penyanyi berambut gimbal ini juga laris diburu penggemar. Dalam satu hari, salah satu penjual CD bajakan di Blok M Square mampu menjual rata-rata lima CD. Lebih jauh, penjualan album dalam format VCD melesat hingga ke angka 400 persen! Sejumlah pedagang VCD di daerah Jawa Timur mengaku, VCD album Mbah Surip terjual 253 keping sehari.

    Menurut mereka, para pemasok VCD album Mbah Surip dari Surabaya sampai kewalahan melayani order dari pedagang di daerah. Bahkan ada sejumlah pedagang sampai mencari sendiri ke Semarang agar bisa dijual di Tuban. Bukan hanya itu, salah satu penjual CD di Blok M Plasa menjelaskan, dalam tiga pekan, 50 keping CD lagu penyanyi lagu Tak Gendong ini laku.

    Seperti halnya yang terjadi pada album dan lagu Avicii, Jonghyun, Cornell dan Bennington, hal ini tidak bisa menjadi patokan semua pembeli adalah penggemar sejati. Bisa saja ada penggemar latah yang ikut-ikutan. Tapi itu bukan masalah. Tanpa bermaksud membenarkan tindakan bunuh diri yang dilakukan Avicii, Jonghyun, Cornell, dan Bennington, segala jerih payah mereka--dan juga Mbah Surip--semasa hidupnya, terbayar dengan level paripurna.

    Tag: album musik musik rock k-pop avicii edm electronic dance music kim jonghyun hari pencegahan bunuh diri chester bennington chris cornell

    Bagikan :