Resmikan Pasar Cipinang, Anies Sindir Pejabat yang Lebih Pentingkan Keluarga daripada Rakyat

| 22 Sep 2022 12:07
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diajak selfie warga saat berada di Pasar Cipinang Kebembem, Jakarta Timur, Kamis (22/9/2022). (Ilham Apriyanto/ERA.id)

ERA.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ingin agar praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) bisa hilang. Dia tak mau ada pejabat yang tidak mementingkan kepentingan rakyat.

Anies berucap, ketika Indonesia sudah merdeka, banyak dari masyarakat yang tidak bisa mengendalikan sikap tamak atau serakah serta lebih mementingkan kepentingan sendiri atau kelompok ketimbang kepentingan masyarakat.

"Di saat pada sekolah kita nggak bisa mengendalikan yang namanya kerakusan. kita enggak bisa namanya keserakahan. Apa yang terjadi? Segalanya dilihat sebagai peluang untuk memperkaya diri sendiri," kata Anies saat memberi sambutan di acara peresmian Pasar Cipinang Kebembem, Jakarta Timur, Kamis (22/9/2022).

Anies pun mengingatkan ke seluruh jajaran direksi perpasaran agar bekerja untuk kepentingan rakyat. Sebab, sambungnya, kebutuhan pangan atau ekosistem pasar tradisional menjadi salah satu hal yang paling penting untuk rakyat Jakarta.

Mantan Mendikbud ini lalu menyindir orang-orang yang bekerja untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Namun tak dirinci siapa pejabat yang dimaksudnya.

"Jangan jadi manager, direksi, pengawas untuk kepentingan mengumpulkan uang rupiah bagi dirinya, keluarganya, kelompoknya. Kalau itu dikerjakan, malulah kalian, malulah kalian, bagaimana menjawab depan anak-anak, depan keluarga. 'Bapak kalau berangkat ngurusinnya untuk rakyat atau untuk kelompok bapak?'" ucap Anies.

"Manggilin orang rumah untuk pertemuan-pertemuan dengan kontraktor A, kontraktor B, kontraktor C, untuk kepentingan dengan siapa Pak? Pertemuan malam ke restoran A, B, C, D untuk siapa Pak? Republik ini sudah terlalu banyak praktik-praktik (KKN) seperti itu," imbuhnya.

Anies mengakui perkataannya mengenai agar orang tidak melakukan KKN, merupakan ucapan klasik, tapi harus terus digaungkan karena sebagai pengingat untuk tidak melakukan KKN.

Anies bercerita tentang Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung Hatta. Dia menerangkan Bung Hatta sebenarnya bisa saja menjadi orang sukses secara individual. Namun, hal itu tidak dilakukannya, karena Bung Hatta memikirkan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.

Rekomendasi