Pemuda Muhammadiyah soal AP Hasanuddin Minta Maaf: Kita Terima tapi Proses Hukum Tetap Berjalan

| 27 Apr 2023 17:05
Pemuda Muhammadiyah soal AP Hasanuddin Minta Maaf: Kita Terima tapi Proses Hukum Tetap Berjalan
Ketua Hukum HAM dan Advokasi Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Nasrullah (Sachril Agustin/ ERA)

ERA.id - Peneliti BRIN Andi Pangerang (AP) Hasanuddin meminta maaf usai membuat pernyataan akan membunuh warga Muhammadiyah. Ketua Hukum HAM dan Advokasi Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Nasrullah, menyebut pihaknya menerima permintaan maaf AP Hasanuddin. Namun, proses hukum harus tetap berjalan.

"Ya dari pemuda Muhammadiyah itu dengan tegas menyampaikan bahwa permintaan maaf itu kita terima sesama anak bangsa sebagai manusia, tetapi proses hukum ini tetap harus berjalan," kata Nasrullah di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (27/4/2023).

Dia menerangkan proses hukum harus tetap berjalan agar kasus ini bisa menjadi contoh untuk masyarakat, yakni berhati-hati bertindak di media sosial.

Nasrullah pun menyebut dirinya dimintai keterangan sebagai pelapor oleh penyidik Bareskrim Polri pada hari ini. Saat diperiksa, dia turut memberikan sejumlah barang bukti berupa capture atau screenshot komentar AP Hasanuddin dan sejumlah link berita.

"Tadi yang ditanyakan ke kami, terkait dengan kronologis peristiwa ini tahu dari mana asalnya, awalnya, kemudian kenal atau enggak dengan yang bersangkutan terlapor," jelasnya.

Diketahui, AP Hasanuddin membuat surat pernyataan permintaan maaf usai komentarnya viral di media sosial. Surat permintaan maaf ke pimpinan dan warga Muhammadiyah ini dia tandatangani tertanggal 24 April 2023.

"Melalui surat ini memohon maaf kepada pimpinan dan warga Muhammadiyah atas komentar saya di Facebook terhadap seluruh warga Muhammadiyah di Akun Facebook tertanggal Minggu, 23 April 2023. Komentar tersebut dikarenakan rasa emosi dan ketidakbijaksanaan saya saat melihat akun Thomas Djamaluddin diserang oleh sejumlah pihak," demikian isi surat pernyataan maaf AP Hasanuddin.

Kasus ini diawali saat Thomas Djamaluddin berkomentar bahwa Muhammadiyah sudah tidak taat pada keputusan pemerintah karena menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1444 H berbeda dengan penetapan pemerintah.

Komentar Thomas itu dibalas oleh akun AP Hasanuddin dengan nada sinis dan mengancam. Beberapa komentar yang diunggah oleh AP Hasanuddin terkait perbedaan itu pun ramai di media sosial.

"Saya tak segan-segan membungkam kalian Muhammadiyah yang masih egosentris. Udah disentil sama Pak Thomas, Pak Marufin, dkk, kok masih gak mempan," tulis akun AP Hasanuddin.

Kemudian, AP Hasanuddin juga menulis komentar balasan atas unggahan akun Ahmad Fuazan S.

"Silakan laporkan komen saya dengan ancaman pasal pembunuhan!!! Saya siap dipenjara. Saya capek lihat pergaduhan kalian!!!" tulis AP Hasanuddin dengan huruf besar semua.

AP Hasanuddin pun dilaporkan buntut pernyataannya ini.

Rekomendasi