Polisi: Pelaku Ngaku Aparat Hajar Petugas SPBU di Jaktim karena Tak Bisa Isi Pertalite

| 24 Feb 2026 08:05
Polisi: Pelaku Ngaku Aparat Hajar Petugas SPBU di Jaktim karena Tak Bisa Isi Pertalite
Momen pegawai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dianiaya pria yang ngaku aparat di kawasan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (23/2/2026).

ERA.id - Polisi akan mengusut kasus pria mengaku anggota Polri yang menganiaya pegawai SPBU di kawasan Cipinang, Jakarta Timur (Jaktim). 

"Polres Jaktim dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya sedang mendalami kejadian tersebut dan juga orang yang mengaku aparat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Selasa (24/2/2026). 

Belum dapat dipastikan pelaku merupakan polisi atau tidak. Namun jika benar aparat, maka akan ditindak sesuai aturan yang berlaku oleh Propam. 

Hasil pemeriksaan sementara, pelat mobil yang digunakan pelaku tidak sesuai peruntukan dalam mengisi bensin. Dia saat itu ingin mengisi Pertalite pada kendaraannya.

"Yang bersangkutan mau isi Pertalite tidak dilayani oleh SPBU (karena) pelatnya tidak sesuai, tidak untuk peruntukkannya," tambah Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Dicky Fertoffan.

Sebelumnya, seorang operator SPBU di Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, mengaku dikejar dan diancam akan dibunuh oleh pria yang mengaku aparat.

"Saya dipukul bolak-balik. Saya lari ke belakang, ke arah fasilitas hunian sementara (mes). Dia kejar sambil bilang, 'Lari lu, mau ke mana lu, mau mati sekarang lu?'," kata salah satu operator SPBU 3413901 Lukman Hakim (19) di Jakarta Timur, Senin (23/2).

Operator SPBU yang baru enam bulan bekerja setelah lulus SMK tersebut menjelaskan insiden itu bermula saat ia bertugas pada sif malam pada Minggu (22/2) sekitar pukul 22.00 WIB.

"Awalnya, saya lagi jaga malam, situasi lagi santai. Datang mobil pelaku masuk untuk isi bahan bakar minyak (BBM). Saya tunggu barcode-nya, tapi beberapa menit belum ditunjukkan," terang Lukman.

Menurut dia, antrean kendaraan di belakang mulai mengular sehingga dia berinisiatif mempercepat proses dengan meminta kode batang (barcode) subsidi yang menjadi syarat pengisian BBM sesuai prosedur Pertamina.

Namun, situasi mendadak memanas ketika kode batang yang ditunjukkan tidak sesuai dengan jenis kendaraan yang digunakan. Lukman menyebutkan pelat nomor kendaraan memang sama, tetapi data dan jenis kendaraan di dalam barcode itu berbeda.

Rekomendasi