Ogah Nunggu Polisi, Warga di Jaktim Serang Penjual Obat Keras Pakai Petasan

| 11 Mar 2026 06:15
Ogah Nunggu Polisi, Warga di Jaktim Serang Penjual Obat Keras Pakai Petasan
ILUSTRASI pria mematik petasan yang akan meledak. (Antara)

ERA.id - Viral video pemuda di Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, Senin (9/3) malam, menembaki toko obat dengan petasan.

Penembak mengendarai sepeda motor dan berhenti sambil menyulutkan petasan yang kemudian diarahkan ke toko tersebut.

Salah satu pengendara sepeda motor yang sedang membeli harus menghindar ketika melihat petasan mengarah ke dirinya.

Tembakan pertama masuk ke dalam toko hingga meledak. Pemilik toko hanya bisa menunduk ketika diserang dengan tembakan oleh orang tak dikenal.

Tindakan pemuda itu berpotensi membakar toko bila mengenai bahan mudah terbakar.

Dari suara video itu, terdengar penembakan itu terjadi lantaran pelaku kesal karena toko obat tersebut belum juga tutup.

Orang yang merekam kejadian itu pun menduga toko obat itu di-backup oleh aparat sehingga masih tetap berjualan.

Setelah itu, Polsek Pasar Rebo menggerebek tiga toko penjual obat keras yang viral diserang dan ditembaki petasan tersebut.

"Kami mendatangi lokasi, terutama di Jalan Raya Bogor, di depan PT Meiyume, di depan Mixue, dan lokasi ketiga di Jalan Lestari, Kalisari," kata Kapolsek Pasar Rebo, AKP I Wayan Wijaya di Kantor Walikota Jakarta Timur, Selasa kemarin.

Dia menyebutkan penggerebekan itu dilakukan untuk menjawab keresahan masyarakat.

Dari hasil pemeriksaan di tiga lokasi tersebut, petugas menemukan sejumlah obat yang diduga termasuk dalam kategori obat keras yang seharusnya hanya dapat diperoleh dengan resep dokter.

Secara keseluruhan, terdapat 15 papan obat daftar G yang diamankan dari kios-kios tersebut.

"Awalnya, lokasi itu dipergunakan untuk sewa kosmetik, perangkat HP (handphone/telepon genggam), dan tisu. Tapi, ternyata disalahgunakan untuk menjual obat-obatan keras," ujar Wayan.

Polisi juga mengungkap salah satu kios sudah lama dilaporkan tutup oleh pemiliknya. Namun, para penjual diduga tetap beroperasi secara sembunyi-sembunyi.

"Mereka tetap kucing-kucingan, buka sekitar satu sampai dua jam, lalu tutup lagi," jelas Wayan.

Rekomendasi