Polisi Bayar Rp20 Juta untuk Mahasiswa UBK yang Bertemu Gibran?

| 24 Jun 2026 06:07
Polisi Bayar Rp20 Juta untuk Mahasiswa UBK yang Bertemu Gibran?
Muhammad Abdimaludin

ERA.id - Pengakuan mengejutkan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdimaludin, viral di media sosial.

Dia mengaku menerima uang Rp20 juta dari kepolisian terkait aksi demonstrasi di Jakarta pada pekan lalu. Kabar itu diunggah satu di antaranya ada di Instagram @reset.feeds.

Dalam aksi pekan lalu itu, sejumlah perwakilan mahasiswa bahkan menemui Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk dialog. Usai pertemuan, BEM UBK dan Himpunan Mahasiswa (HIMA) UBK menggelar forum klarifikasi di depan Patung Bung Karno, Kampus Kimia UBK, Jakarta Pusat, Senin (22/6) untuk merespons isu yang berkembang terkait dugaan pemberian uang kepada peserta aksi.

Muhammad Abdimaludin kemudian ngaku menerima uang dari pihak kepolisian yang bernama Aan.

"Uang itu dikasih sama mereka pihak kepolisian untuk tidak turun aksi di Istana. Akan tetapi kita tetap turun," ujar Abdimaludin.

Dia lalu ditanya siapa sosok Aan itu. Ketua BEM FH UBK ini mengaku tak mengenalnya. "Bang Aan namanya, Bang Aan dari pihak kepolisian, kurang tahu nama lengkapnya," tuturnya.

Terpisah, Wakil Rektor III UBK, Daniel Panda mengatakan pihak kampus telah memanggil mahasiswa yang bersangkutan untuk dimintai keterangan. Hasil klarifikasi, Abdimaludin mengakui menerima uang.

"Dia sudah membuat pengakuan secara resmi kepada pihak universitas bahwa dirinya menerima uang sebesar Rp20 juta melalui seorang oknum senior alumni Fakultas Hukum UBK yang diserahkan oleh oknum aparat kepolisian," kata Daniel saat konferensi pers di Gedung Rektorat UBK, Selasa (23/6).

Alumni itu meminta Abdi untuk tak menggelar aksi di Istana Kepresidenan. Demonstrasi disarankan digelar di gedung DPR/MPR RI. Namun, Abdi dkk menolak dan tetap turun ke Istana.

Mereka diadang kepolisian sehingga demonstrasi dilakukan di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat.

Daniel menyebut UBK masih menginvestigasi kasus ini. Untuk Abdi dan rekan-rekannya yang turut menerima uang, dinonaktifkan sebagai Ketua BEM FH UBK.

"Sesuai dengan pernyataan Ibu Rektor, kami sudah menonaktifkan yang bersangkutan. Sehingga yang bersangkutan tidak lagi dapat mengatasnamakan dirinya sebagai Ketua BEM sampai proses investigasi ini selesai," jelasnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto hanya mengatakan sosok yang disebut "Aan" oleh Abdi itu tak dapat dipastikan merupakan anggota polisi atau tidak.

"Pastikan dulu agar tidak simpang siur, bisa jadi (yang disebut nama Aan itu) beneran polisi atau orang yang mengaku atau mengatasnamakan polisi kan," ucap Budi saat dihubungi lewat pesan singkat, Selasa (23/6) malam.

Rekomendasi