Gubernur Ungkap 16 Persen Masyarakat Banten Yang Positif Covid-19 Dirawat di Rumah Sakit

| 08 Feb 2022 18:14
Ilustrasi pasien Covid-19 (Antara)

ERA.id - Kasus Covid-19 di wilayah Banten mengalami lonjakan yang signifikan. Namun demikian, lonjakan yang terjadi saat ini tak separah pada gelombang dua lalu medio Juli-Agustus 2021 lalu.

Berdasarkan situs infocorona.bantenprov.go.id per Selasa, (8/2/2022) total total terkonfirmasi kasus Covid-19 mencapai 172.352, 34.208 masih dirawat, 135.427 sembuh dan 2717 meninggal. Namun, kini tak banyak masyarakat yang dirawat di rumah sakit.

Demikian diungkapkan oleh Gubernur Banten Wahidin Halim. Dia mengatakan, saat ini di Banten terdapat 2920 tempat tidur di rumah sakit khusus untuk merawat pasien Covid-19. Namun, hanya terisi 16 persen saja.

"Persentase dirawat di rumah sakit hanya 16 persen (dibanten). Emang tren (kasus Covid-19) lebih tinggi (ketimbang pada gelombang kedua), tapi orang yah dirawat di Rumah sakit 16 persen," ujarnya usai rapat koordinasi penanganan Covid-19 dengan pemerintah Daerah Tangerang Raya di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa, (8/2/2022).

WH menuturkan pihaknya telah bersiap dalam mengahadapi Pandemi Covid-19 gelombang ketiga ini. Mulai dari segi infrastruktur Covid-19 yakni Rumah Isolasi Terkonsentrasi (RIT) hingga percepatan penanganan dengan vaskinasi.

"Antisipasi kita tadi bicara tentang kesiapan kita, vaksinasi, kesiapan rumah sakit, dokter, obat obatan, tadi sudah kita siap," katanya.

Kata dia, percepatan penanganan Covid-19 ini juga harus disikapi oleh masyarakat dengan menerapkan protokol kesehatan. Menurut dia, saat ini masyarakat masih mematuhi protokol kesehatan.

"Masyarakat sekarang juga sudah memahami, mereka biasa ini Pandemi mereka dirumah, alhamdulilah ini tidak sepanik kemarin (gelombang 2)," pungkasnya.

Rekomendasi