BPOM Ungkap Satu Perusahaan Kimia Palsukan Label Pelarut Bahan Baku Obat Sirop

| 09 Nov 2022 14:19
BPOM Ungkap Satu Perusahaan Kimia Palsukan Label Pelarut Bahan Baku Obat Sirop
Ilustrasi (Antara)

ERA.id - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan adanya pemalsuan yang dilakukan CV Samudra Chemical terhadap bahan baku yang belakangan digunakan sejumlah perusahaan farmasi untuk memproduksi obat sirop.

Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan, CV Samudra Chemical terbukti melakukan pemalsuan dengan memasang label propilen glikol (PG), namun ternyata isinya justru etilon glikol (EG) dalam kadar sangat tinggi. Akibatnya, menyebabkan ratusan kasus gagal ginjal akut pada anak hingga menimbulkan kematian.

"Ada aspek pemalsuan. Lebelnya, propilen glikol, padahal dalamnya adalah etilon glikol yaitu cemaran yang menimbulkan gagal ginjal atau kematian karena konsentrasinya sangat-sangat tinggi," kata Penny dalam konferensi pers, Rabu (9/11/2022).

Dari hasil uji sampel yang dilakukan BPOM, ditemukan sembilan dari 12 sampel ditemukan adanya kandungan EG dan dietilen glikol (DEG) hingga nyaris 100 persen.

Sampel tersebut merupakan bahan baku yang didistribusikan oleh CV Samudra Chemical ke perusahaan farmasi.

"Yang harusnya 0,1 persen, sembilan sampel itu terdeteksi kadarnya sampai 52 persen dan ada yang sampai sampai 99 persen. Jadi hampir 100 persen adalah kandungan EG, bukan lagi PG," papar Penny.

Selain itu, BPOM juga menemukan kandungan EG dan DEG pada dua sampel lain yang diuji. Kandungan EG dan DEG di bahan kimia dengan label sorbitol itu cukup tinggi, mencapai 1,34 persen.

"Dari distributor ini kita sudah amankan banyak bahan baku, ada beberapa drum yang sudah kita amankan," kata Penny.

Dia lantas kemudian meminta perusahaan farmasi dan makanan yang pernah menjalin kerjasama dengan pemasuko tersebut segera melakukan uji laboratorium. Dia meminta agar mereka memeriksa semua kandungan kimia yang digunakan dalam produk masing-masing.

"Segera lakukan uji sampling, terutama terhadap perusahaan-perusahan yang pernah dan masih menjalin kerjasama," ucapnya.

Rekomendasi