Menkes: Indonesia Beruntung Vaksinasi Covid-19 Baik, tapi Kami Beri Kesempatan Masyarakat Terinfeksi

| 08 Feb 2023 12:41
Menkes: Indonesia Beruntung Vaksinasi Covid-19 Baik, tapi Kami Beri Kesempatan Masyarakat Terinfeksi
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin (ANTARA/HO-Kemenkes).

ERA.id - Pemerintah mengklaim antibodi masyarakat Indonesia terhadap Covid-19 meningkat. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, ada dua hal yang menyababkan naiknya antibodi masyarakat

"Antibodi itu baik karena dua. Satu vaksinasi dan infeksi," ujar Budi dalam paparanya saat Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IX DPR RI di Komplesks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/2/2023).

Budi mengatakan, Indonesia cukup beruntung bisa menaikkan antibodi masyarakatnya terhadap Covid-19. Selain karena cakupan vaksinasi tinggi, banyak pula masyarakat yang antibodinya terbentuk secara mandiri lantaran terinfeksi Covid-19.

Menurutnya, berdasarkan studi ilmiah, antibodi masyarakat terhadap Covid-19 yang terbaik itu melalui kombinasi vaksinasi dan terinfeksi mandiri.

"Indonesia beruntung karena vaksinasinya baik, tapi kita juga memberikan kesempatan masyarakat kita terkena infeksi," ucap Budi.

"Karena, kombinasi vaksinasi plus infeksi secara scientific itu merupakan imunitas paling kuat dan paling lama bertahan. Itu research-nya sudah ada," imbuhnya.

Budi lantas menyoroti sejumlah negara yang memberlakukan pengetatan di pintu-pintu masuk. Menurutnya, hal itu justru mengakibatkan lemahnya daya tahan tubuh masyarakat terhadap Covid-19.

Padahal, kata Budi, suatu negara sangat penting untuk membangun imunitas populasi masyarakatnya.

"Tuhan memberikan kemampuan ke setiap manusia itu untuk membangun antibodi sendiri," katanya.

"Nah yang terjadi di beberapa negara yang terlalu protektif, sehingga akibatnya imunitas alamiah itu mereka tidak terbangun. Padahal itu penting sekali untuk membangun imunitas populasi masyarakat," pungkasnya.

Rekomendasi