Demokrat Ragu Koalisi Besar Terwujud di Pilpres 2024 meski Sudah Direstui Jokowi

| 04 Apr 2023 09:19
Demokrat Ragu Koalisi Besar Terwujud di Pilpres 2024 meski Sudah Direstui Jokowi
Jokowi dengan para ketua umum partai politik dalam acara Silaturahmi Ramadan yang digelar Partai Amanat Nasional (PAN) pada Minggu (2/4).

ERA.id - Partai Demokrat meragukan wacana koalisi besar di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 terwujud, meski sudah direstui Presiden Joko Widodo.

Ketua DPP Partai Demokrat Herman Khaeron menilai tidak mudah menggabungkan partai-partai politik ke dalam koalisi besar. Apalagi masing-masing partai memiliki keinginan yang berbeda.

"Silakan saja kalau memang koalisi besar itu dibangun, dan saya kira tidak mudah juga untuk menyatukan partai-partai dengan keinginan yang berbeda-beda," ujarnya di Jakarta, dikutip Selasa (4/4/2023).

Menurutnya, untuk membentuk apalagi menggabungkan dua koalisi menjadi satu koalisi besar, diperlukan kesamaan visi. Sementara Partai Demokrat belum melihat apa yang mendasari partai-partai tersebut menyatu.

Meski begitu, dia menegaskan, bahwa hal tersebut merupakan hak politik dari masing-masing partai. "Dengan koalisi besar, kami belum mengerti apa yang kemudian mendasari terhadap terjadinya koalisi besar. Tapi kan itu menjadi hak partai-partai untuk bisa menggabungkan diri. Kita lihat saja nanti," ucapnya.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo memberi lampu hijau apabila Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagar Partai Golkar, PAN, dan PPP menggabungkan diri dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) yang digagas Partai Gerindra dan PKB.

Wacana pembentukan koalisi besar itu mencuat setelah Presiden Jokowi bertemu dengan lima ketua umum partai dari dua koalisi tersebut dalam acara Silaturahmi Ramadan yang digelar PAN pada Minggu (2/4).

Rekomendasi