Momen Mensos Risma dan Chef Juna Buat Urap: Mati Aku, 12 Tahun Lebih Nggak Pernah Masuk Dapur

| 23 Jun 2023 11:17
Momen Mensos Risma dan Chef Juna Buat Urap: Mati Aku, 12 Tahun Lebih Nggak Pernah Masuk Dapur
Momen ketika Menteri Sosial RI Tri Rismaharini membantu Chef Juna Rorimpandey mengaduk hidangan urap. (ANTARA/HO-Kemensos)

ERA.id - Menteri Sosial RI Tri Rismaharini berhasil membujuk Juru Masak (chef) Juna Rorimpandey dan chef profesional lainnya untuk bekerja sama memberikan pelatihan memasak bagi 200 masyarakat dan siswa SMK di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Wacana pelatihan itu sudah diwujudkan pada 17-18 Juni 2023 bersamaan dengan Roadshow PENA di Kupang. Chef profesional kami turunkan untuk memberikan pelatihan memasak bagi 200 masyarakat dan pelajar SMK di Kupang,” kata Mensos dalam keterangannya di Jakarta dikutip dari Antara, Jumat (23/6/2023).

Dalam Roadshow Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) di Sentra Efata Kupang, Sabtu (18/6), Mensos menceritakan sebelum kesepakatan dengan Chef Juna terbentuk, dirinya perlu melewati pengalaman langka yang mengharuskannya kembali ke dapur setelah 12 tahun berkutat pada jajaran pemerintahan, untuk membantu menyiapkan urap.

"Tapi Chef Juna minta masak sama Ibu. Mati aku. Sudah 12 tahun lebih jadi Menteri enggak pernah masuk dapur aku. Tapi baiklah, aku masak. Tapi nanti disuruh masak bagaimana ini ya," katanya.

Setelah berhasil, Chef Juna akhirnya bersedia menepati janjinya untuk membantu Kementerian Sosial memberikan pelatihan, setelah mendengar ada seorang pengusaha restoran yang berniat menyerap tenaga kerja dari pemuda Indonesia Timur untuk membantu usaha makanan kotak hasil kolaborasi Chef Juna dan Chef Renata.

Menurutnya, kehadiran chef profesional itu menjadi magnet kuat bagi para peserta untuk belajar berbagai teori yang baik soal pengelolaan makanan melalui pangan lokal di wilayahnya.

Peserta bernama Fransiska Funan (18), membenarkan bahwa dari pelatihan itu memberinya teori tentang keamanan pangan dan praktik langsung membuat es krim daun kelor, batagor khas Bandung hingga hidangan penutup (dessert), yang tentunya diikuti dengan sosialisasi pentingnya kebersihan ketika memasak.

Selain pelajar, kelas tata boga juga diikuti oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Keluarga Harapan (PKH). Salah satu KPM PKH Milka FS Baikh, mengaku banyak ilmu yang bisa diperoleh dari kegiatan itu.

Dirinya merasa takjub saat para chef menyulap daun kelor menjadi es krim. Tidak pernah ada pikiran dalam dirinya daun kelor bisa dimanfaatkan untuk memasak beragam makanan sampai yang disukai anak-anak seperti es krim.

“Hal yang paling susah kalau awal-awalnya es krim daun kelor, karena kita merasa kayak apa sih. Tidak pernah kita buat es krim daun kelor tapi ternyata itu sangat mudah dan enak sekali ,” ucapnya.

Milka juga mengatakan semua potensi untuk mengolah bahan lokal itu telah memberikan motivasi bagi masyarakat untuk mencobanya kembali ketika kembali ke rumah. Bahkan telah timbul keinginan pada dirinya untuk membangun usaha kuliner.

“Para chef mengajarkan kami untuk menambah variasi jika nanti membuka usaha kuliner agar makanannya punya ciri khas tersendiri dan tentunya menarik pelanggan,” kata dia.

Rekomendasi