Singgung Pemilu 2024, Jokowi: Saya Lihat Belakangan Terlalu Banyak Drama

| 07 Nov 2023 07:15
Singgung Pemilu 2024, Jokowi: Saya Lihat Belakangan Terlalu Banyak Drama
Presiden Joko Widodo. (Antara)

ERA.id - Presiden Joko Widodo menyinggung kondisi politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Dia bilang, belakangan panggung politik terlalu banyak drama  dan seperti tayangan sinetron.

Hal itu disampaikan dalam pidatonya saat menghadiri acara HUT ke-59 Partai Golkar di DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (6/11/2023) malam.

Di acara HUT ke-59 Partai Golkar itu juga dihadiri oleh bakal calon presiden (bacapres) dari Kaoalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto.

"Saya melihat akhir-akhir ini yang kita lihat adalah terlalu banyak dramanya, terlalu banyak drakornya, terlalu banyak sinetronnya. Sinetron yang kita lihat," kata Jokowi yang disambut tawa para kader Partai Golkar.

Menurutnya, pesta demokrasi seharusnya diisi oleh adu gagasan dan ide. Namun yang terjadi justru pertarungan perasaan.

Sambil tersenyum, dia mengatakan jika pesta demokrasi diisi dengan pertarungan perasaan hanya akan membuat repot rakyat.

"Mustinya kan pertaruangan gagasan, mustinya pertarungan ide, bukan pertarungan perasaan," kata Jokowi.

"Kalau yang terjadi pertaruangan perasaan, repot semua kita. Tidak usah saya teruskan, nanti malah kemana-mana," imbuhnya.

Lebih lanjut, mantan gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, menang atau kalah dalam suatu kontestasi merupakan hal yang biasa. Namun, demokrasi di Indonesia harus berkualitas, terlebih di tengah tahun politik.

"Yang namanya kompetisi politik itu biasa, itu wajar. Keinginan untuk menang itu juga boleh-boleh saja, itu juga wajar. Bertanding untuk menang itu juga hal yang sangat wajar, tetapi yang harus tetap kita tunjukan adalah demokrasi yang berkualitas," ucap Jokowi.

Diketahui, putra sulung Presiden Jokowi yaitu Gibran Rakabuming Raka maju sebagai bakal calon wakil presiden (bacawapres) mendampingi Prabowo Subianto.

Majunya Gibran di kontestasi Pilpres 2024 menimbulkan polemik. Mulai dari hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK), hingga hubungan PDI Perjuangan dengan keluarga Jokowi.

Rekomendasi