PBB Nobatkan Briptu Renita Jadi Polwan Terbaik 2023, Kinerjanya Unggul di Pemolisian Digital

| 15 Nov 2023 19:36
PBB Nobatkan Briptu Renita Jadi Polwan Terbaik 2023, Kinerjanya Unggul di Pemolisian Digital
Briptu Renita Rismayanti, anggota Polwan Polri peraih anugeran UN Police Women of the year 2023 ANTARA/HO-DivHuminter Polri

ERA.id - Briptu Renita Rismayanti, anggota Polwan Polri yang bertugas sebagai Petugas Polisi Individu (IPO) dalam misi perdamaian di Republik Afrika Tengah (MINUSCA) dinobatkan sebagai Polwan terbaik 2023 oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Polri Irjen Pol. Krishna Murti dikonfirmasi di Jakarta, Rabu mengatakan Briptu Renita Rismayanti terpilih sebagai UN Police Women of the year 2023 karena kinerja-nya di bidang pemolisian digital, di mana saat ini tugas tersebut masih didominasi oleh polisi laki-laki (polki).

“Briptu Renita dinilai mampu berperan dalam konseptualisasi dan pengembangan database criminal internal security force serta UNPOL case management platform," tutur Krishna dikutip dari Antara, Rabu (15/11/2023).

Jenderal bintang dua itu menyebut, anugerah UN Police Women oh the year 2023 tersebut akan diberikan saat pelaksanaan Police Week 2023 tanggal 16 November 2023 di New York, AS. Acara penganugerahan itu akan disiarkan di channel YouTube UN web TV.

Menurut Krishna, prestasi yang diraih oleh Briptu Renita berdampak positif bagi Polri, karena dinilai menunjukkan kinerja dan profesionalitas-nya di kancah internasional.

"Keberhasilan personel Polwan Polri tersebut berimplikasi untuk Polri, karena dinilai menunjukkan kinerja dan profesionalitas anggota Polri khususnya Polwan di kancah internasional terutama dalam misi perdamaian PBB," ujarnya.

Briptu Renita yang berusia 27 tahun mengemban tugas sebagai Petugas Basis data Kejahatan di misi stabilitas terpadu multidimensi PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA).

Di dalam tugasnya, Briptu Renita membantu membuat konsep dan mengembangkan basis data kriminal yang memungkinkan polisi PBB memetakan dan menganalisis titik-titik rawan kejahatan dan kekacauan guna membantu pasukan keamanan negara merencanakan operasi.

Wakil Sekretaris Jenderal untuk Operasi Perdamaian Jean-Pierre Lacroix dalam keterangannya, menjelaskan operasi tersebut bertujuan mendukung kelompok masyarakat lokal masing-masing, termasuk perempuan dan anak perempuan yang paling terkena dampak kejahatan seksual serta bentuk kekerasan berbasis gender lainnya.

"Inovasi dan upaya Brigadir Polisi Satu Renita Rismayanti dalam memanfaatkan data dalam pemeliharaan perdamaian PBB dan Kepolisian Republik Afrika Tengah telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan keamanan bagi masyarakat yang rentan, termasuk perempuan dan anak perempuan," ujar Jean.

Menurut dia, Briptu Renita menjadi contoh yang baik tentang bagaimana partisipasi dan kepemimpinan perempuan dalam pemeliharaan perdamaian meningkatkan efektivitas pekerjaan perlindungan dan pembangunan perdamaian.

"Apa yang dilakukan Briptu Renita dapat menjadi bekal untuk menghadapi tantangan masa kini dan yang akan datang," ucap Jean.

Sebagai informasi, untuk meningkatkan kesetaraan gender, 10.000 Polisi PBB diberi wewenang untuk bertugas di 16 operasi perdamaian. Mereka bekerja untuk meningkatkan perdamaian dan keamanan internasional dengan mendukung negara tuan rumah dalam konflik, pasca-konflik, dan situasi krisis lainnya.

Partisipasi perempuan dalam Kepolisian Perserikatan Bangsa-Bangsa telah meningkat dua kali lipat sejak tahun 2015. Hingga saat ini, Kepolisian PBB telah melampaui semua target tahun 2023 yang ditetapkan dalam Strategi Kesetaraan Gender Terseragam Departemen ini. Dalam dua dari empat kategori personel, Kepolisian PBB telah melampaui target tahun 2028.

Pada September 2023, petugas Polwan merupakan 43,1 persen dari petugas profesional yang dikontrak di Markas Besar PBB, sebanyak 24,6 persen dari petugas profesional yang dikontrak di lapangan terdapat 31,8 persen dari petugas polisi individu dan 15,6 persen anggota Satuan Polisi Terbentuk.

Perempuan juga menempati enam dari 13 posisi (yaitu, 46,2 persen) sebagai kepala atau wakil kepala komponen Kepolisian PBB dalam misi lapangan.

Rekomendasi