Wapres Ma'ruf Amin Singgung Pihak-Pihak yang Alergi Kata Amin: Jangan Kekanak-kanakan

| 20 Dec 2023 20:55
Wapres Ma'ruf Amin Singgung Pihak-Pihak yang Alergi Kata Amin: Jangan Kekanak-kanakan
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin saat menyampaikan pidato di agenda Anugerah Revolusi Mental diikuti dalam jaringan (daring) di Jakarta, Rabu (20/12/2023). ANTARA/HO-Sekretariat Wakil Presiden

ERA.id - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyebut narasi politik yang menyinggung ritual keagamaan sebagai kekanak-kanakan.

"Kita ini jangan kayak kanak-kanak lah, urusan 'Amin' itu kan tidak berarti calon presiden. Amin itu dari dulu sudah ada," kata Ma'ruf Amin usai menghadiri agenda Anugerah Revolusi Mental diikuti dalam jaringan (daring) di Jakarta, Rabu (20/12/2023) dikutip dari Antara.

Pernyataan itu disampaikan Ma'ruf merespons narasi pidato Ketua Umum Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan di acara Rakernas Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) 2023, di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (19/12).

Dalam acara itu, Zulkifli bercerita soal maraknya dukungan untuk calon presiden Prabowo Subianto di berbagai daerah. Bahkan sampai ada jamaah shalat yang memilih diam usai imam membacakan Al Fatihah 'wa lad-dallin'.

"Yang jauh-jauh ada loh yang berubah. Jadi kalau Shalat Maghrib baca Al Fatihah 'wa lad-dallin', ada yang diam sekarang pak. Ada yang diam sekarang banyak," ujar Zulkifli Hasan dilansir dari Garuda TV.

Ma'ruf mengatakan, kata 'Amin' dalam ritual ibadah umum diucapkan untuk menyimpulkan dan mengakhiri suatu doa dan bermakna sebagai istilah agar dikabulkan.

Namun, menjelang kontestasi Pemilu Presiden 2024, kata 'Amin' identik dengan pasangan calon presiden dan wakil presiden Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar atau yang disingkat sebagai pasangan "AMIN".

"Kalau orang bilang 'wa lad-dallin', ya mesti amin lah, terus apa diganti? Ya enggak mungkinlah dan itu semua orang tahu," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Ma'ruf juga mengimbau masyarakat untuk tidak alergi terhadap kata 'Amin'.

"Soal seperti itu jangan seperti kanak-kanak lah," tuturnya.

Rekomendasi