Maruarar Sirait Keluar dari PDIP, Prabowo-Gibran Dapat Energi Tambahan

| 16 Jan 2024 07:01
Maruarar Sirait Keluar dari PDIP, Prabowo-Gibran Dapat Energi Tambahan
Komandan Fanta Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Arief Rosyid. (Gabriella/ERA)

ERA.id - Komandan Fanta Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Arief Rosyid menyebut mundurnya politikus Maruarar Sirait sebagai kader PDIP, membawa energi positif ke pasangan calon (paslon) nomor urut dua.

"Pertama tentu saja kita kaget, tapi sekaligus kita ini merasa apa ya, punya harapan bahwa Pak Prabowo, Mas Gibran ini akan dapat energi tambahan. Itu sih yang aku yakini ya karena beliau (Maruarar) kan bilang akan mengikuti sikap politiknya Pak Jokowi ya," kata Arief di TKN Fanta Headquarters, Jakarta Pusat (Jakpus), Senin (15/1/2024).

Arief mengaku mengenal Maruarar Sirait sejak 2009 lalu ketika di Makassar. Menurutnya, Maruarar merupakan seorang aktivis yang memiliki insting politik tajam dan ketulusan untuk membangun bangsa Indonesia.

Dia pun memperkirakan pamitnya Maruarar Sirait merupakan sinyal untuk mendukung Prabowo-Gibran.

"Kalau komunikasi belum lah, kan saya baru tahu informasi atau kabar ini tapi sih kalau tadi sinyal-sinyalnya sudah nggak jauh-jauh lagi lah. Kan (kantor DPP) PDIP dekat Fanta juga sini, tinggal belok," ucapnya.

Sebelumnya, Maruarar Siarat memutuskan keluar dari partai berlambang banteng. Hal itu disampaikannya usai bertemu dengan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PDIP Utut Adianto di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakpus, hari ini.

"Sesudah saya berdoa dan berdiskusi dengan orang terdekat, teman-teman terdekat, sata memutuskan untuk pamit dari PDI Perjuangan hari ini," kata Maruarar.

Dia menjelaskan keputusannya keluar dari PDIP karena ingin tetap setia mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Putra politisi senior PDIP Almarhum Sabam Sirait itu menilai Jokowi telah banyak berkontribusi untuk Indonesia.

"Jadi saya memilih bersama dengan Bapak Jokowi dalam pilihan politik saya berikutnya ke depan. mohon doa restunya," kata Maruarar.

Lebih lanjut, dia meminta maaf atas keputusannya ini. Dia mengakui tak bisa loyal lebih lama dengan partai yang membesarkannya di dunia politik.

Rekomendasi