Timnas AMIN Klaim Kumpulkan Bukti Dugaan Pelanggaran Pemilu 2024

| 15 Feb 2024 21:50
Timnas AMIN Klaim Kumpulkan Bukti Dugaan Pelanggaran Pemilu 2024
Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2013-2015, Hamdan Zoelva. (Antara)

ERA.id - Tim Pemenangan Nasional Anies-Muhaimin (Timnas AMIN) menegaskan bahwa pengawalan terhadap penghitungan suara dalam Pemilu 2024 masih perlu dilakukan. Sebab, diduga ada pelanggaran yang terjadi secara sistematis.

Ketua Dewan Pakar Timnas AMIN, Hamdan Zoelva mengatakan, pihaknya menemukan indikasi dan benang merah kecurangan antara sebelum, pada saat, dan setelah pencoblosan. Sehingga Timnas AMIN tengah mengumpulkan berbagai bukti.

"Kami sekarang ini sedang kumpulkan bukti terkait yang berkaitan dengan pelanggaran-pelanggaran yang terstruktur, sistemik, dan masif," kata Hamdan kepada wartawan, Kamis (15/2/2024).

Eks Ketua Mahkamah Konstitusi ini menambahkan film dokumenter Dirty Vote, memberikan informasi tentang awal dari desain pelanggaran. Saat ini, sambungnya, Timnas AMIN akan membuktikan bahwa implementasi dari desain pelanggaran itu tampak satu per satu.

Dia pun mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk turut mengawal proses rekapitulasi manual yang sedang dilakukan oleh KPU hingga selesai.

"Kami minta seluruh relawan dan saksi AMIN serta masyarakat di seluruh wilayah Indonesia untuk mengumpulkan dan inventarisasi segala pelanggaran yang ditemukan baik sebelum hari H, pada saat hari H, dan setelah hari H," ujar Hamdan.

"Kami minta betul bahwa pemilu belum selesai, masih berproses. Rekapitulasi manual sebagai data valid menurut hukum sedang proses. Sambil tunggu itu, kami minta masyarakat kawal rekapitulasi suara sampai tingkat paling akhir," sambung dia.

Menurutnya, berbagai langkah Timnas AMIN bertujuan untuk menjaga keadaban pemilu, yaitu pemilu berintegritas dan bermartabat, jujur dan adil guna mewujudkan negara yang lebih beradab.

"Negara di atas pemerintahan yang legitimate itu jauh lebih penting daripada persoalan menang dan kalah. Ini perjuangan kami, ini kehendak perubahan. Pemerintah legitimate, negara kuat, dan keadaban dalam pemerintahan. Itu concern kami," tegas dia.

Rekomendasi