Tolak Usulan Hak Angket, Anggota Fraksi Demokrat: Pemilu Disebut Brutal, Mana?

| 05 Mar 2024 14:26
Tolak Usulan Hak Angket, Anggota Fraksi Demokrat: Pemilu Disebut Brutal, Mana?
Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Herman Khaeron menolak usulan hak angket kecurangan Pemilu 2024. (ERA/Gabriella Thesa)

ERA.id - Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Herman Khaeron menolak usulan hak angket untuk menyelidiki dugaan kecurangan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Sebab menilai tidak ada urgensinya.

Hal itu disampaikan dalam intrupsinya di sela-sela Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/3/2024).

"Apa sesungguhnya yang akan kita angketkan? Apa yang akan kita dalami? Apa yang akan kita selidiki? Ini diperjelas dulu," kata Herman.

Dia bilang, jangan asal menuding adanya kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu 2024. Hal tu sama saja dengan mendegradasi hak konstitusional rakyat.

Herman lantas menantang para pengusul hak angket untuk menunjukan adanya kecurangan maupun tudingan Pemilu 2024 berlangsung brutal.

"Tidak serta merta menuduh kecurangan, bahkan mendegradasi terhadap hak konstitusional rakyat, hak suara rakyat yang sudah dicurahkan pada pemilu. Kalau brutal, brutalnya di mana?" ucap Herman.

Dia menambahkan, jika ingin mengajukan hak angket, silahkan saja. Tapi tidak perlu membangun wacana kecurangan pemilu.

"Oleh karenanya saya berpikir bahwa untuk persoalan ini ajukan saja hak angket apa isinya dan tentu itu yang akan kita bahas bersama. Tidak perlu membangun wacana-wacana kecurangan dan lain sebagainya," katanya.

"Jika ada hal lain saya kira bisa digunakan namun tentu kita harus juga memperjelas kepada publik. Jangan sampai publik betul-betul tidak mendapatkan informasi yang sebenarnya," pungkas Herman.

Rekomendasi