Tak Kena Efisiensi, Anggaran MBG Justru Ditambah Rp100 Triliun Tahun Ini

| 13 Feb 2025 13:05
Tak Kena Efisiensi, Anggaran MBG Justru Ditambah Rp100 Triliun Tahun Ini
Kepala BGN Dadan Hindayana sebut Makan Bergizi Gratis tak kena efisiensi. (Era.id/Gabriella Thesa).

ERA.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak terdampak efisiensi anggaran. Lembaganya hanya meniadakan anggaran pengadaan lahan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)

Sebagai informasi, BGN mendapat anggaran sebanyak Rp71 triliun di tahun 2025. Setelah rekonstruksi efisiensi, anggaran BGN hanya dipangkas 0,2845 persen atau sekitar Rp202 miliar.

"Program MBG juga tidak kena. Yang kena ya pengadaan di pengadaan lahan, yang bisa menggunakan lahan-lahan pemda, lahan instansi lain, kementerian lain, BUMN dan lain-lain bisa pinjam pakai," kata Dadan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Kamis (13/2/2025).

Alih-alih kena sunat, anggaran program MBG justru akan ditambah. Sebab, Presiden Prabowo Subianto meminta penambahan cakupan dari awalnya sekitar 15-17,5 juta penerima, menjadi 82,9 juta.

Dia mengatakan, jika jumlah cakupan diperluas, BGN membutuhkan dana setidaknya Rp25 triliun per bulannya. Sementara anggarannya hanya Rp71 triliun.

"Kita sudah ada anggaran di 2025 sebesar sekarang Rp70,7 triliun sekian. Jadi per bulannya kita akan butuh kurang lebih Rp25 triliun kalau penerima manfaat ditambah," kata Dadan.

Rencananya, program MBG akan mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp100 triliun. Namun jumlah itu bisa berkurang tergantung kapan percepatan MBG akan dilakukan.

Awalnya, pemerintah menargetkan percepatan MBG dilakukan pada bulan September. Tapi tidak menutup kemungkinan baru terealisasi di bulan Desember.

"Jadi tergantung nanti apakah dimulai September atau dimulai November atau Oktober atau dimulai Desember. Pokoknya hitungannya Rp25 triliun per bulan," kata Dadan.

"Jadi kalau dimulainya hanya Desember ya kita butuhnya hanya Rp25 triliun. Kalau dimulainya November ya kita butuhnya Rp50 triliun. Tapi kalau dimulainya Oktober Rp75 triliun. Kalau harus mulai di September Rp100 trilliun," sambungnya.

Untuk saat ini, anggaran program MBG tetap dilakukan secara gradual hingga bulan Agustus. Setelah itu, pihaknya akan memantau kembali kesiapan anggaran, sumber daya manusia (SDM), hingga infratruktur.

"Tetep. Sekarang tetap gradual, sampai Agustus. Nah setelah Agustus, kita SDM-nya sudah siap. Nah kemudian kita lihat, apakah infrastruturnya siap. Nah, kalau infrastruktur dan SDM siap, maka otomatis segera anggaran akan kita minta," kata Dadan.

Rekomendasi