ERA.id - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim Uni Emirat Arab (UEA) siap berinvestasi senilai 10 miliar dolar AS atau Rp163,3 triliun (kurs Rp16.330) ke Danantara dengan skema perusahaan patungan untuk pengembangan elektrifikasi energi terbarukan.
Luhut mengatakan bahwa kesiapan itu disampaikan langsung Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail Mohamed Al Mazrouei 10 hari lalu terkait rencana pembangunan pembangkit energi baru terbarukan ( EBT ) berkapasitas 10 gigawatt.
"Dia bilang oke, mari kita lakukan usaha patungan 10 gigawatt . 10 gigawatt berarti 10 miliar dolar AS," katanya di Jakarta, Kamis (20/2/2025), dikutip dari Antara.
Luhut mengatakan bahwa pembentukan Danantara merupakan bukti langkah strategis Presiden Prabowo Subianto, mengingat lembaga tersebut berpotensi mengelola aset hingga 900 miliar dolar AS.
Dia menilai pendirian Danantara membuka peluang Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sekaligus menciptakan transparansi dalam pengelolaan perusahaan milik negara.
Sebelumnya, Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengumumkan bahwa peluncuran Danantara pada 24 Februari 2025.
Pembentukan Danantara telah disetujui dalam Perubahan Ketiga Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara.
Rancangan Undang-Undang (RUU) Badan Usaha Milik Negara telah disetujui menjadi undang-undang (UU) dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Selasa (4/2/2025).
Danantara membawahi INA dan tujuh BUMN dengan total aset sekitar Rp9.480 triliun, menjadikannya sebagai sovereign wealth fund (SWF) atau Dana Investasi Pemerintah terbesar keempat di dunia.