Prabowo Bersyukur Masyarakat Bisa Makan MBG walau Diwarnai Penyimpangan

| 07 Jan 2026 05:22
Prabowo Bersyukur Masyarakat Bisa Makan MBG walau Diwarnai Penyimpangan
Prabowo Subianto dalam Perayaan Natal Nasional Tahun 2025 di Jakarta, Senin (5/1/2206).

ERA.id - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ingin menerapkan standar zero defect (tanpa cacat) serta memastikan pemerataan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai 2026.

Dalam taklimat yang disampaikan di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa kemarin, Prabowo menyebut MBG telah menjangkau 55 juta penerima manfaat, terhitung sejak diterapkan per 6 Januari 2025, tak terkecuali banyaknya anak-anak yang keracunan karena proyek tersebut.

"Kita mulai pada 6 Januari 2025, hari ini adalah 6 Januari 2026 dan kita sudah mencapai hari ini, dilaporkan kepada saya 55 juta penerima manfaat," kata Prabowo.

Ia menekankan bahwa dalam operasi kemanusiaan skala besar, tantangan operasional adalah hal yang wajar, namun tidak boleh dimaklumi begitu saja.

"Apakah ada kekurangan? Ada. Dalam usaha manusia sebesar ini pasti ada kekurangan. Apakah ada penyimpangan? Pasti. Dalam usaha manusia sebesar ini pasti ada kekurangan dan penyimpangan, tetapi kita bersyukur bahwa kalau kita pelajari dengan objektif statistik, boleh dikatakan bahwa kita 99,99 persen berhasil," katanya.

Presiden menyebut pengawasan dan langkah pengamanan akan terus diperketat demi pemerataan yang sempurna.

"Bahkan sekarang saya repot, saya sedih kalau saya ke daerah-daerah, anak-anak panggil saya, Pak kapan kami terima MBG?" katanya.

Dalam kesempatan itu, Presiden mengutip filosofi Presiden pertama RI, Soekarno, bahwa "perut yang lapar tidak bisa menunggu" (The hungry stomach cannot wait).

Ia juga menyinggung skeptisisme yang sempat muncul di awal program, di mana banyak pakar meragukan keberhasilan MBG. "Mereka katakan MBG pasti gagal, tapi kita buktikan kepada mereka, MBG berhasil dan dinantikan oleh seluruh rakyat," katanya.

Rekomendasi