Ikan Mentah hingga Presto dalam Menu MBG Bikin Masalah, BGN Merespons

| 11 Mar 2026 04:53
Ikan Mentah hingga Presto dalam Menu MBG Bikin Masalah, BGN Merespons
Ikan lele. (Antara)

ERA.id - Viral video seorang yang menyebutkan bahwa ikan bandeng dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bantul Sedayu Argosari, Daerah Istimewa Yogyakarta, masih mentah.

Badan Gizi Nasional (BGN) membantah. Dia memastikan menu ikan bandeng tersebut telah melalui proses pengolahan dan dalam kondisi matang.

"Bandeng yang didistribusikan adalah bandeng presto yang sudah melalui proses pengolahan dan pengukusan sehingga dalam kondisi matang dan aman dikonsumsi. Persepsi bahwa ikan tersebut mentah muncul karena secara visual bandeng presto memang masih menyerupai ikan segar," ujar Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang di Jakarta, Selasa kemarin.

Menu tersebut didistribusikan kepada 1.680 penerima manfaat pada Jumat (6/3) oleh SPPG yang dikelola Yayasan Patriot Bangsa Mandiri. Dalam paket makanan yang dibagikan, penerima manfaat mendapatkan roti pisang, bandeng presto kukus, tahu ungkep, serta tambahan buah jeruk untuk porsi besar.

BGN juga menelusuri proses pengolahan, pengemasan, hingga pendistribusian makanan di SPPG Bantul Sedayu Argosari. Dari hasil evaluasi internal, seluruh proses dinyatakan telah berjalan sesuai prosedur.

Menurut Nanik, kesalahpahaman tersebut juga dipengaruhi oleh belum meratanya pemahaman masyarakat mengenai karakteristik olahan bandeng presto yang memang memiliki tampilan luar mirip ikan segar meski telah matang.

Sementara itu, Kepala SPPG Bantul Sedayu Argosari Muhammad Labib Jalali Khumaidi menjelaskan pihaknya selama ini juga menyertakan petunjuk penyimpanan dan anjuran konsumsi dalam setiap distribusi makanan.

"Dalam setiap pendistribusian kami selalu melengkapi paket makanan dengan petunjuk penyimpanan dan konsumsi agar makanan dapat dinikmati dengan aman serta dipahami oleh penerima manfaat," ujar Labib.

Lele marinasi

Persoalan menu ikan dalam MBG ini tak cuma sekali. Di SMAN 2 Pamekasan, Jawa Timur, tersaji menu ikan lele mentah yang sudah dimarinasi. Hal ini langsung memicu tanggapan miring publik dan penolakan dari kepala sekolah sejak Senin silam.

Bagaimana tidak, lele itu dianggap rentan busuk dan bisa berpengaruh kepada makanan pendamping yang lain. Sambil menunjukkan wadah plastik, tampak tahu dan tempe bersebelahan dengan ikan mentah tersebut. Saat itu, pengantar MBG hanya bisa terdiam.

Nanik pun merespons paket makanan yang disiapkan oleh SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan itu. Dia bilang ada lele marinasi, tahu dan tempe ungkep, roti pizza, telur rebus, susu full cream, serta buah naga. Tak seperti yang ditampilkan video viral.

"Berdasarkan laporan yang kami terima, menu yang disiapkan SPPG sebenarnya lengkap. Namun dalam video yang beredar hanya terlihat sebagian menu, karena pihak sekolah menolak mengeluarkan paket makanan dari kendaraan distribusi," kata Nanik.

Ia menjelaskan, video yang beredar memunculkan persepsi yang tidak utuh mengenai makanan.

Sementara itu, Ahli Gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan, Fikri Kuttawakil, menjelaskan bahwa penggunaan lele marinasi mengacu pada pertimbangan gizi dan ketahanan pangan.

"Mengapa kami menggunakan lele marinasi? Pertama, untuk mencegah berkurangnya gizi di lele itu dan menambah protein di hari itu. Ketika dimarinasi, lele juga bisa bertahan sampai satu hari," kata Fikri.

SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan diketahui melayani total 3.329 penerima manfaat, yang terdiri dari siswa SMA/SMK/MA, SMP/MTs, PAUD/TK, SLB, tenaga pendidik, serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah tersebut.

Rekomendasi