Airlangga Salahkan Anies Karena IHSG Hari Ini Anjlok

| 10 Sep 2020 14:45
Airlangga Salahkan Anies Karena IHSG Hari Ini Anjlok
Anies Baswedan (Dok. Antara)

ERA.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai jatuhnya pasar saham hari ini disebabkan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memberlakukan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari Kamis, 10 September 2020, lebih dari 5 persen.

Padahal, kata Airlangga, indeks saham sampai dengan Rabu, 9 September terus menunjukkan angka yang positif.

"Berdasarkan indeks sampai dengan kemarin, karena hari ini indeks (IHSG) masih ada ketidakpastian karena announcement Gubernur DKI (Anies Baswedan) tadi malam, sehingga indeks tadi pagi sudah di bawah 5000," ungkap Airlangga dalam Rakornas Kadin, Kamis (10/9/2020).

Airlangga mengingatkan dalam mengambil suatu kebijakan sebaiknya jangan sampai mengganggu kepercayaan masyarakat. Karenanya, antara gas dan rem perlu diseimbangkan.

"Kita harus melihat gas dan rem ini. Kalau digas atau rem mendadak itu tentu harus kita jaga confident public. Karena ekonomi tidak hanya fundamental, tapi juga sentimen, terutama untuk sektor capital market," kata Airlangga.

Airlangga memaparkan, sejak 1 April sampai 7 September, beberapa sektor yang sudah mengalami perbaikan diantaranya, industri kimia, pertanian, keuangan, pertambangan yang harga sahamnya sudah rebound 28 persen.

Anjloknya indeks ini bertepatan dengan mulai diperketatnya lagi penerapan PSBB di Provinsi DKI Jakarta. Pada pukul 10.36 WIB, Bursa Efek Indonesia bahkan sempat menghentikan perdagangan saham karena IHSG drop 5 persen lebih. Perdagangan saham kembali dibuka pada 11.06 WIB.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan menarik rem darurat dengan menerapkan kembali PSBB total di wilayahnya. Kebijakan tersebut dia ambil karena melihat kasus positif COVID-19 di Ibu Kota melonjak naik, bahkan lebih parah dibanding awal Jakarta memberlakukan PSBB.

"Disimpulkan bahwa kita akan menarik rem darurat, yang itu artinya kita terpaksa kembali menerapkan PSBB seperti pada masa awal pandemi dulu. Bukan lagi PSBB transisi, tapi kita harus melakukan PSBB sebagaimana masa awal dulu," kata Anies, Rabu (9/9/2020).

Rekomendasi