Kala Megawati Singgung Jutaan Hektare Sawah di Lahan Gambut

Tim Editor

Ilustrasi: pertanian. (Dok: Antara)

ERA.id - Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri mengatakan meskipun Indonesia disebut lumbung beras, tidak semua lahan mampu ditanami padi. Karenanya, dia meminta agar pemerintah mulai menanam tanaman pendamping beras.

"Pendamping beras ini harus dibuat, menurut saya. Karena tidak semua (cocok ditanami padi)," ujar Megawati dalam Rakorbidnas Kebudayaan PDIP secara virtual, Sabtu (31/10/2020).

Megawati lantas menyinggung soal kegagalan proyek lumbung pangan di era Orde Baru. Saat itu, kata Megawati, Seoharto mencanangkan proyek lahan gambut sejuta hektare untuk dialihfungsikan sebagai sawah.

Namun proyek tersebut gagal di tahun 1990an. Menurut Megawati, penyebabnya karena pemerintah kurang persiapan dan tak mengenal dengan baik lahan gambut.

"Zaman pak Harto mencetak sawah sejuta hektare di tanah gambut. Ya saya kan ngerti, itu kan airnya harus basa, bukan asam. Gambut itu asam. Akhirnya apa? Kan busuk satu juta hektare," ungkap Megawati.

Ketua Umum PDIP ini menjelaskan, membangun sawah di lahan gambut memerlukan persiapan yang komprehensif agar kegagalan terdahulu tidak terulang. Misalnya, menyiapkan benih bibit padi yang memang cocok ditanam di atas lahan gambut dan kesiapan penanaman bibit.

Sementara saat ini Presiden Joko Widodo membuat proyek lumbung pangan nasional atau food estate untuk mengantisipasi krisis pangan. Untuk memenuhi kebutuhan pangan skala nasional, Jokowi tak segan-segan membuka puluhan ribu hektare sawah di Kalimantan dan Sumatera yang sebagian besar didominasi lahan gambut.

"Kan berarti kalau mau cetak sejuta (sawah) musti ada benih. Nah ini persoalannya. Nanti saya minta laporan. Daerah itu menanamnya apa. Pertanyaan saya kesiapanmu untuk menanam bibitnya dari mana? Kan harus diadakan. Itu detail loh," tegas Megawati.

Tag: megawati soekarnoputri food estate

Bagikan: