Kasus Positif COVID-19 di Indonesia Tembus Satu Juta, Menkes Hanya Ajak Merenung?

| 26 Jan 2021 19:45
Kasus Positif COVID-19 di Indonesia Tembus Satu Juta, Menkes Hanya Ajak Merenung?
Budi Gunadi Sadikin (Dok. Antara)

ERA.id - Kasus positif COVID-19 di Indonesia resmi menembus angka 1 juta. Berdasarkan data di situs Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, dilaporkan ada tambahan 13.094 kasus baru Corona pada Selasa (26/1/2021). Sehingga sejak Maret 2020 sudah ada 1.012.350 kasus COVID-19 di Tanah Air.

Merespon hal tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan angka kasus positif COVID-19 hari ini merupakan momen bagi seluruh masyarakat untuk merenung.

"Angka ini memiliki makna dua hal yang harus kita sadari. Angka ini membuat kita harus merenung, dan ada dua momen penting yang harus kita sadari," ujar Budi usai menghadiri rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (26/1/2021).

Pertama, kata Budi, angka satu juta kasus positif COVID-19 di Indonesia merupkan momen berduka, karena sudah banyak orang yang kehilangan kerabat maupun teman terdekatnya akibat virus corona. Terlebih sudah ratusan tenaga kesehatan yang berguguran dalam menangani pandemi ini.

"Itu momen pertama yang harus kita lalui. Bahwa ada rasa duka yang mendalam dari pemerintah dari seluruh rakyat Indonesia atas angka ini," kata Budi.

Kedua, kata Budi, ini adalah momen bagi masyarakat dan juga pemerintah supaya sadar bahwa harus ke depannya harus bekerja lebih keras lagi menekan laju penularan COVID-19. Dengan begitu, pengorbanan yang sudah dilakukan oleh para tenaga kesehatan itu tidak sia-sia.

"Angka satu juta ini memberikan satu indikasi bahwa seluruh Indonesia harus bersama-sama dengan pemerintah, bekerja bersama-sama untuk mengatasi pandemi ini lebih keras lagi. Kita teruskan kerja keras," tegas Budi.

Budi menambahkan, dengan bekerja sama dengan keras dalam menekan laju penularan COVID-19, maka kita telah membantu mengurangi beban fasiltas kesehatan yang saat ini kewalahan menampung pasien COVID-19.

"Dengan begitu, kita bisa secara gradual terus mengurangi penularan virus ini sampai insya Allah suatu saat kita bisa menghilangkannya sama sekali, atau mengeradikasi virus ini," pungkasnya.

Rekomendasi