Terisolir dan Tak Ada Listrik, Begini Kondisi Wilayah Terparah Dampak Banjir dan Longsor di NTT

| 12 Apr 2021 10:25
Terisolir dan Tak Ada Listrik, Begini Kondisi Wilayah Terparah Dampak Banjir dan Longsor di NTT
Ilustrasi Tim operasi kemanusiaan Mabes Polri (Dok. Antara)

ERA.id - Tim operasi kemanusiaan Mabes Polri menurunkan tenaga kesehatan hingga anjing pelacak K-9 untuk membantu penanganan bencana badai siklon Seroja dengan menyasar wilayah sulit dijangkau yang ada di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kasatgas 'Back Up' penanganan banjir bandang dan longsor NTT Mabes Polri Irjen Pol Anang Revandoko, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin, mengatakan Tim Mabes Polri menyusuri wilayah-wilayah yang sulit dijangkau untuk mendistribusikan bantuan kepada masyarakat NTT.

"Kami mengeksplor wilayah di Desa Taramana, Kecamatan Alor Timur Laut, Kabupaten Alor. Wilayah ini disebut merupakan salah satu wilayah terparah yang aksesnya terputus untuk mengirimkan bantuan," kata Anang dikutip dari Antara, Jumat (2/4/2021).

Menurut dia, lokasi terisolir di NTT tersebut belum ada jaringan listrik yang menyala hingga sambungan seluler juga terputus.

"Tidak adanya listrik ataupun jaringan seluler tidak menurunkan semangat tim Polri untuk membantu masyarakat korban angin puting beliung dan banjir di desa tersebut," kata Anang.

Komandan Korps Brimob Polri itu mengungkapkan, dalam penanganan bencana NTT telah melibatkan tim kesehatan dari Brimob Polri dan Pusdokkes Polri untuk menjamah lokasi tersebut. Anjing pelacak K-9 juga dikerahkan untuk membantu proses pencarian korban yang masih hilang.

"Pelibatan tim kesehatan Korbrimob terdapat seorang wanita atau ibu-ibu di mana lokasi operasi sangat ekstrim. Kita juga melibatkan 2 anjing pelacak dari satuan K-9 Baharkam Polri untuk mempercepat pencarian korban hilang," ujarnya.

Anang bersama Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen Pol Verdianto I. Bitticaca turun langsung memantau pendistribusian dan pencarian korban bencana alam di NTT.

Anang menambahkan, pihaknya juga membawa logistik berupa makanan dan obat-obatan dengan menggunakan Kapal Bharata-8004 milik Korpolairud Baharakam Polri.

Sementara itu, Kaur DVI Bidkesjas Korps Brimob Polri AKP Pol Zaid mengatakan bantuan pelayanan kesehatan dari Brimob Polri adalah bentuk Korps Bhayangkara hadir untuk membantu masyarakat NTT yang mengalami bencana alam.

Zaid salah satu dokter RS Brimob yang diturunkan langsung ke lokasi mengaku siap untuk mendukung pelayanan kesehatan agar aktivitas masyarakat NTT kembali pulih.

"Ini perjalanan yang luar biasa, karena banyak hal yang bisa kita lakukan terhadap masyarakat NTT terutama daerah-daerah yang cukup terdampak bencana," kata Zaid.

Zaid menambahkan, kehadiran tim dokter Polri untuk membantu masyarakat NTT dalam rangka pelayanan kesehatan.

"Apapun upaya kita lakukan yang dapat mendukung aktivitas masyarakat NTT kembali normal," kata Azis.

Rekomendasi