Terungkap Daftar Pertanyaan Aneh Tes Wawasan Kebangsaan KPK: 'Pacaran Ngapain Aja?'

Tim Editor

Febri Diansyah (Twitter)

ERA.id - Meteri tes wawasan kebangsaan yang menjadi syarat alih status pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi aparatur sipil negara (ASN) masih menjadi perbincangan publik.

Sejumlah pertanyaan dalam wawancara tes wawasan kebangsaan kepada pegawai lembaga antirasuah diungkapkan oleh mantan juru bicara KPK Febri Diansyah yang menganggap, materi asesmen tersebut janggal dan tidak pantas diajukan.

Sejumlah pertanyaan yang dingkap Febri antara lain, 'Kenapa belum menikah?', 'Bersedia tidak jadi istri kedua?', 'apakah masih punya hasrat?', 'Kalau pacaran ngapain aja?'.



"Apakah pertanyaan ini pantas dan tepat diajukan pada pegawai KPK untuk mengukur wawasan kebangsan," ujar Febri seperti dikutip melalui cuitannya di akun Twitter @febridiansyah, Jumat (7/5/2021).

Febri mengaku heran dengan pertanyaan tersebut. Dia mempertanyakan apa hubungannya pertanyaan mengenai privasi pegawai KPK dengan wawasan kebangsaan.

"Kalaulah benar pertanyaan itu diajukan pewawancara pada Pegawai KPK saat tes wawasan kebangsaan, sungguh saya kehabisan kata-kata dan bingung apa sebenarnya yang dituju dan apa makna wawasan kebangsaan," kata Febri.

"Semoga ada penjelasan yang lengkap dari KPK, BKN atau Kemenpan tentang hal ini," imbuhnya.

Sementara Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo juga mengungkapkan kejanggalan pertanyaan saat wawancara tes wawasan kebangsaan. Dia mengaku ditanya apakah sebagai seorang muslim pernah mengucapkan selamat hari raya ke umat beragama lain.

Yudi mengaku heran dengan pertanyaan tersebut. Sebab, kata dia, memberi ucapan selamat hari raya ke umat beragama lain kerap dilakukannya dan menjadi hal yang biasa.

"Saya heran ketika ada pertanyaan ke saya tentang apakah saya mengucapkan selamat hari raya ke umat beragama lain," kata Yudi.

Yudi mengatakan, bukan saja mengucapkan selamat hari raya saja. Sebagai Ketua WP, dia bahkan kerap acara Natal bersama kantornya dan memberikan sambutan.

"Bahkan, istri saya yang berjilbab pun pernah saya ajak dan kami dismabut dengan hangat oleh kawan-kawan yang merayakan," ungkapnya.

Penyidik KPK ini menilai, pewawancara harusnya telah mendapatkan informasi bahwa kebiasaan mengucapkan selamat hari raya pada pegawai yang beragama lain adalah hal yang biasa dilakukan baik melalui pesan singkat maupun secara langsung.

Meski begitu, saat dirinya diwawancara dalam tes tersebut, dia menegaskan bahwa perbedaan agama di KPK adalah hal yang biasa. Sebab, yang terpenting adalah kerja sama dalam memberantas korupsi.

"Saya pun menunjukkan bukti print foto kegiatan natal kepada dua orang yang mewawancarai saya sebagai bukti," ungkapnya.

Tag: kpk tes wawasan kebangsaan pegawai kpk

Bagikan: