Menko PMK Sebut Jumlah Pemudik Tahun 2021 Menurun Dibanding Tahun 2020

| 16 May 2021 20:30
Menko PMK Sebut Jumlah Pemudik Tahun 2021 Menurun Dibanding Tahun 2020
Ilustrasi pemudik (Dok. Antara)

ERA.id - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut, jumlah pemudik saat Lebaran 2021 menurun signifikan dibandingkan tahun lalu. Dia mengatakan, hal ini menunjukkan aturan larangan mudik berjalan cukup efektif.

"Berdasarkan data kepolisan pada tahun ini jumlah pemudik berkisar satu juta orang. Jumlah yang berkurang signifikan dibandingkan tahun lalu itu mestinya menandakan aturan peniadaan mudik berjalan cukup efektif," ujar Muhadjir melalui keterangan tertulis yang dikutip pada Minggu (16/5/2021).

Meski dinilai berjalan efektif, Muhadjir mengakui secara umum memang aturan larangan mudik belum berhasil 100 persen. Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan evaluasi untuk mengantisipasi arus balik mudik Lebaran 2021.

Misalnya, memperketat jalur-jalur tikus dan modus operansi pemudik untuk mengakali petugas. Menurut Muhadjir, hal itu dipelajari dari penanganan peniadaan mudik tahun lalu.

"Jadi cara-cara yang menurut mereka kreatif, tapi sebetulnya itu tidak terbukti juga sudah kita antisipasi," kata Muhadjir.

Lebih lanjut, Muhadjir mengingatkan bahwa antisipasi mudik Lebaran 2021 harus dilakukan bukan hanya di Jakarta, melainkan, di beberapa pusat kota termasuk masing-masing ibukota provinsi. Diketahui, pemerintah memprediksi arus balik mudik akan terjadi selama akhir pekan pasca Idulfitri 1442 Hijriah. Dia mengklaim, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi guna menyambut kedatangan para pemudik nekat tersebut.

"Ibukota bukan satu-satunya. Ini semua sudah kita hitung termasuk ibukota di setiap provinsi yang nanti juga akan menjadi tujuan arus balik. Ini sudah kita hitung betul, mudah-mudahan nanti perhitungan kita mendekati benar," pungkasnya.

Rekomendasi