'Panen Cuan' Lewat Bisnis Digital, Pangkas Sewa Gedung Hingga Biaya Promosi

Tim Editor

Ilustrasi penggunaan teknologi (Pixabay)

ERA.id - Anggota Komisi I DPR Rizki Sadig mengatakan masifnya perkembangan bisnis digital berdampak pada sepinya bangunan-bangunan kantor. Bahkan usaha bisnis di bidang penyewaan kantor dianggap tak lagi menarik.

"Kalau dulu menarik, hari ini menjadi tidak menarik, karena orang sudah merasa bahwa rumahnya adalah kantornya, rumahnya adalah perusahaan untuk menghasilkan keuangan ataupun keuntungan aktivitas fisik lainnya," kata Rizki dalam diskusi daring, Sabtu (12/6/2021).

Tak hanya soal sewa gedung, ia menambahkan kalau mau belanja ke supermarket atau ke pasar biasanya membawa dompet. Hari ini tidak perlu membawa dompet, tapi cukup membawa kartu debit atau gadget.


"Semuanya ada di situ selama saldonya ada, sekarang sudah berkembang dunia baru, pembayaran digital sekarang ini yang dirasakan seperti OVO, DANA dan lain sebagainya," katanya.

Pada kesempatan yang sama, praktisi UMKM Dajar Sulihtiawan mengatakan UMKM untuk memulai usaha susah memikirkan modal. Tapi media sosial memudahkannya untuk mempromosikan barang yang dijualnya.

"Di Instagram kita bisa pakai video untuk 10 detik, 15 detik penyampaiannya lebih to the point, TikTok juga kayak gitu, data saat ini memang pengguna YouTube yang paling banyak, namun menurut saya Instagram dan TikTok itu lebih mudah digunakan untuk UMKM," katanya.

Tag: ekonomi digital e-commerce bisnis digital

Bagikan: