Sempat Dihapus, Data Kematian Akan Dipakai Lagi Sebagai Indikator Penilaian PPKM

| 24 Aug 2021 09:10
Sempat Dihapus, Data Kematian Akan Dipakai Lagi Sebagai Indikator Penilaian PPKM
Ilustrasi makam COVID-19 (Ilham Apriyanto/ ERA.id)

ERA.id - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Ivestasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, data kematian akibat Covid-19 akan digunakan kembali sebagai indikator penilaian level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Dalam evaluasi PPKM Level 4, pemerintah kembali memasukkan data indikator kematian sebagai penilaian asesmen level sesuai acuan yang ditetapkan dari WHO (Organisasi Kesehatan Dunia)," ujar Luhut dalam konferensi pers yang disiarkan daring, Senin (23/8/2021).

Luhut mengatakan, kembali digunakannya data kematian sebagai indikator penilaian level PPKM karena pemerintah telah berhasil merapikan data-data yang sebelum sempat menumpuk.

"Hal ini terjadi karena perbaikan data kematian dengan beberapa wilayah yg sudah lebih baik dan kasus-kasus kematian yang sebelumnya tidak terlaporkan juga sudah banyak dilaporkan," kata Luhut.

Luhut menjelaskan, selama dua pekan lalu, pemerintah memang menghapus data kematian sebagai indikator penilaian PPKM. Alasannya, karena pemerintah sedang membereskan data kematian yang banyak menumpuk dan tak sempat dilaporkan oleh pemerintah daerah kepada pemerintah pusat.

Akibatnya, angka kematian melonjak tinggi. Namun, saat ini data kematian tersebut sudah berhasil dirapikan. Hal ini, menurut Luhut, adalah hasil kerja keras dari Kementerian Kesehatan.

"Saya kira kerja keras dari Kemenkes harus kita apresiasi, data itu sudah makin baik," kata Luhut.

Meski begitu, Luhut mengatakan, masih ada beberapa daerah yang data kematian warganya akibat Covid-19 masih perlu dirapikan. Menurutnya, perlu waktu 1-2 pekan untuk merapikan data tersebut.

"Walaupun masih ada beberapa daerah yang data-datanya masih membutuhkan mungkin 1-2 minggu ke depan untuk makin baik," kata Luhut.

Karenanya, dia mengingatkan, akan kembali terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 dan kematian akibat virus Corona dalam beberapa hari ke depan.

Dia mengatakan, kenaikan kasus positif Covid-19 dan juga kematian itu akibat penumpukan data dari sejumlah daerah yang baru terkumpul ke pusat. Luhut memprediksi, ada ratusan hingga ribuan data yang akan dirilis pemerintah dalam rentang waktu 10 hari ke depan.

"Saya sekadar mengingatkan, dalam beberapa hari ke depan akan terjadi kembali tren kasus konfirmasi dan juga kasus kematian," ujar Luhut.

Rekomendasi