9 Orang Masih Hilang, Masa Tanggap Darurat Erupsi Semeru Diperpanjang 14 Hari

| 13 Dec 2021 16:15
Pencarian korban letusan Semeru (Antara)

ERA.id - Kepala Badan Nasional Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen TNI Suharyanto mengatakan pihaknya memperpanjang masa tanggap darurat erupsi Semeru, Jawa Timur menjadi 14 hari.

Alasannya karena masih ada sembilan orang yang dinyatakan hilang.

"Hingga saat ini korban meninggal 46 orang belum ada tambahan lagi. Kemudian sembilan orang masih dinyatakan hilang dan ini kami tambah lagi tanggap daruratnya 14 hari untuk terus mencari korban yang hilang," kata Suharyanto dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VIII DPR RI, Senin (13/12/2021).

Selanjutnya, tercatat ada 18 orang yang mengalami luka berat. Rata-rata korban yang mengalami luka berat akibat terkena guguran lahar. Sementara sebanyak 12 orang mengalami luka ringan.

Suharyanto menambahkan, hingga saat ini BNPB mencapat terdapat 9.374 warga yang masih mengungsi di 123 titik. Beberapa titik pengungsian terdapat di wilayah Kabupaten Lumajang, Malang, Probolinggo, Blitar, dan Jember.

"Pengungsi masih banya dan terus dilaksanakan pendataan. Jumlahnya sampai pagi ini 9.374 kami catat dan kami catat terus karena tersebar di 123 titik di beberapa kabupaten. Bukan hanya di Lumajang, tapi di Blitar juga ada di Probolinggo dan Jember," paparnya.

Adapun masa tanggap darurat bencana merupakan periode penanganan bencana yang meliputi penyelamatan, evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan pengungsi, serta pemulihan prasarana dan sarana.

Rekomendasi