Polri dan KKP Kembali Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp19,2 Miliar

| 17 May 2024 13:00
Polri dan KKP Kembali Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp19,2 Miliar
Ditpolairud Baharkam Polri merilis pengungkapan penggagalan penyelundupan benih bening lobster di Mako Polairud Baharkam Polri, Jakarta Utara, Jumat (17/5/2024). (Antara/Laily Rahmawaty)

ERA.id - Polri bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggagalkan penyelundupan benih bening lobster (BBL) senilai Rp19,2 miliar yang berasal dari perairan di Jawa Barat yang hendak dikirim ke luar negeri.

"Dalam penggerebekan kami amankan tiga tersangka, kami amankan juga barang bukti benih-benih lobster sebanyak 19 boks stereofoam, setelah dilakukan pencacahan Tim KKP diamankan 91.246 ekor benih lobster," kata Kasubdit Gamkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri Kombes Pol. Donny Charles Go dalam konferensi pers di Mako Polairud Baharkam Polri, Jakarta Utara, Jumat (17/5/2024), dikutip dari Antara.

Donny menjelaskan pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya aktifitas usaha perikanan tanpa izin di sebuah gudang berukuran 5x5 meter yang terletak di wilayah Bogor, Jawa Barat.

Di dalam gudang tersebut selain tersimpan lobster dalam 19 dus juga barang-barang untuk mengemas lobster seperti tabung oksigen dan pengemasan lainnya.

Dia menjelaskan 91.246 ekor benih lobster itu terdiri atas dua jenis, yakni lobster jenis pasir 72.204 ekor dan lobster jenis mutiara 19.042 ekor.

Lobster jenis pasir dijual Rp200 ribu per ekor, sedangkan lobster jenis mutiara dijual Rp250 ribu per ekor.

"Jika dijumlahkan nilainya, kami berhasil amankan kerugian negara sekitar Rp19,2 miliar," kata Donny.

Selama kurun waktu bulan Mei ini, Kepolisian Perairan dan Udara Badan Pemelihara Keamanan (Polairud Baharkam) Polri melakukan beberapa kali pengungkapan penyeludupan benih bening lobster.

Pada tanggal 10 Mei lalu, mereka menggagalkan penyelundupan benih bening lobster senilai Rp25 miliar di wilayah Jambi. Kemudian, di Lampung pada tanggal 16 Mei senilai Rp35,5 miliar.

Rekomendasi