100 Tahun ITB dan Lulusannya yang Menggemparkan Dunia

Tim Editor

    Foto ITB pada masa lampau (Laman resmi ITB)

    Bandung, era.id – Pada awal berdirinya, jumlah mahasiswa yang terdaftar di Technisch Hooge School (THS) hanya 28 orang dan cuma punya enam orang dosen saja.

    Mereka kuliah di kampus seluas 30 hektare. THS didirikan Belanda di Bandung 3 Juli 1920, tepat 100 tahun lalu pada hari ini, Jumat (3/7/2020). Nama THS kemudian diubah menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB).

    ITB sudah menghasilkan lulusan sekitar 120.000 alumni. Salah satu lulusan terbaik ITB ialah Soekarno.

    “Ir. Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia, adalah salah alumni THS Bandung, dari Jurusan Teknik Sipil pada tahun 1926,” kata Ketua Majelis Wali Amanat ITB, Ir. Yani Panigoro, dikutip dari “Buku Acara Sidang Terbuka ITB Peringatan 100 Tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia 1920-2020”.

    Dalam peringatan yang digelar secara daring di Kampus ITB tersebut, Yani membeberkan fase perkembangan ITB sebagai sekolah teknik pertama di Tanah Air.

    Fase ini terdiri dari era Technisch Hooge School yang disebut era Nederland Oost Indie. Kemudian masuk ke fase Bandung Kogyo Daigaku (BKD) atau era perang Asia Timur Raya Jepang (1940).

    Setelah itu, ITB masuk ke era Sekolah Tinggi Teknik RI (STT) atau Era Revolusi 1945; selanjutnya era Universitet Indonesia Fakultas Teknik (UI-FT) atau Era KMB/Transisi (1947) dan era Institut Teknologi Bandung atau era Pembangunan yang dimulai 2 Maret 1959.

    “Hari ini, Insyaallah, Kampus Ganesha (ITB) yang kita cintai akan memasuki ‘era baru’ sejalan dengan perjalanan usianya yang telah mencapai 100 tahun,” katanya.

    Setiap era yang dilalui ITB menghasilkan lulusan dan karya terbaiknya. Misalnya, berbagai karya bangunan, arsitek, dan seni telah dirancang Ir. Soekarno bersama beberapa arsitek lain, seperti Frederich Silaban dan R.M. Soedarsono, yang melahirkan karya-karya monumental antara lain Masjid Istiqlal, Monumen Nasional, Gelora Bung Karno, Wisma Nusantara, Hotel Indonesia, Tugu Selamat Datang, Monumen Pembebasan Irian Barat, dan Skema Tata Ruang Kota Palangkaraya.

    Menurutnya, seniman ITB juga banyak melahirkan karya monumental. Salah satunya Garuda Wisnu Kencana, karya I Nyoman Nuarta. Karya yang dibikin di Bali itu menarik perhatian dari dalam dan luar negeri.

    Di bidang infrastruktur yang paling kekinian, lanjut Yani, jembatan lengkung terpanjang di dunia untuk transportasi LRT, karya Arvilla Delitriana alumni ITB lulusan tahun 1993. Yani menyebut jembatan ini “Tidak hanya mencengangkan mata Indonesia, tetapi juga dunia,” katanya

    Tahun ini, jumlah mahasiswa di kampus ITB Ganesha sekitar 22.000 mahasiswa. Lulusan ITB tersebar di berbagai bidang mulai teknologi, sains, seni, budaya, dan bisnis, dan lain-lain. Menurut Yani, mereka menjalani beragam profesi mulai akademisi, profesional, entrepreneur, politikus, maupun pemerintah.

    Tag: sejarah nusantara

    Bagikan :