Legenda Tato James O'Connell dan Petualangannya di Pasifik Selatan

Tim Editor

James O'Connell terdampar di Pulau Pohnpei yang ada di tengah kawasan Pasifik Selatan pada akhir dekade 1820an. Ia ditato oleh penduduk primitif pulau tersebut. (Gambar: Irish Central)

ERA.id - Reportase koran lokal New York di sekitar tahun 1849 menyebut tampangnya 'menyeramkan' karena dipenuhi tato dari ujung kepala hingga ujung kaki. Namun, pria itu, James O'Connell, akan dengan senang hati menceritakan bagaimana ia mendapat tato-tato itu ketika berlayar ke Samudera Pasifi hampir sepuluh tahun sebelumnya.

Penonton film The Greates Showman (2017) tentu mengerti sebuah rombongan sirkus asal negeri Paman Sam yang tak melulu berisi hewan yang tangkas melakukan atraksi. Kelompok 'freakshow' yang dipimpin oleh pebisnis bernama P.T. Barnum (di film diperankan aktor Hugh Jackman) berisi manusia-manusia dengan berbagai keunikan, seperti manusia gigantik atau perempuan yang memiliki cambang yang lebat.

Poster sirkus Barnum
Poster wahana kelompok Barnum & Bailey Grand Water Circus (Dok: Plaisanter/Flickr)

Kelompok P.T. Barnum, yang dinamai 'American Museum', ini sendiri bukanlah kisah fiksi. Mereka eksis di akhir dekade 1840an. Dan begitu pula dengan sosok James O'Connell yang hingga kini dikenal sebagai penampil atraksi tato AS pertama di pentas keliling itu.

Ditato Asal Selamat

Kisah O'Connell sendiri bermula ketika ia melakukan petualangan ke Samudera Pasifik, menggunakan perahu sederhana. Sayangnya, kapalnya karam di dekat Caroline Islands.

Berdasarkan apa yang selama ini ia ceritakan, setelah berusaha menepi ke pulau terdekat ia bertemu dengan sekelompok suku primitif yang tinggal di Pulau Pohnpei di kawasan Mikronesia. Seperti diceritakan ulang di Irish Central, saat itu ia "takut dimakan hidup-hidup" oleh suku tersebut dan memilih untuk melakukan tarian tradisional Irlandia. Apa yang terjadi? Ternyata, para penduduk suka dengan tarian yang ia tunjukkan dan ia pun tak jadi dimakan hidup-hidup.

Meski selamat, ia lalu dibawa ke tengah pemukiman suku asli dan diminta menjalani satu hal, yaitu tubuhnya harus ditato. Tak tanggung-tanggung, ia ditato selama 8 hari dan mendapati tato memenuhi tubuh dari ujung kaki hingga ujung kepala. Uniknya lagi, seperti diceritakan dalam buku The Life and Adventures of James O'Connell (1845) yang menato tubuhnya adalah "para perawan bertubuh montok". Itu belum selesai. Pada akhirnya, pria asal Irlandia itu diwajibkan menikahi perempuan terakhir yang menato tubuhnya kala itu.

Akhirnya, pada tahun 1833, atau kira-kira lima tahun sejak ia terdampar, sebuah kapal berlabuh di pulau tempat O'Connell tinggal. Pria ini pun lantas memilih untuk ikut ke kapal dan berlayar menuju Amerika Serikat. Di negeri Paman Sam itulah nanti ia bertemu dengan P.T. Barnum yang merekrutnya ke dalam 'freakshow' legendaris itu.

James O'Connell pertama kali muncul dalam pentas American Museum pada 21 Oktober 1849 di Franklin Theater di New York City. Dalam setiap penampilannya, ia akan menceritakan petualangannya di Pasifik Selatan dan bagaimana ia ditato selama 8 hari. Ia juga menunjukkan tarian tradisional Irlandia yang memukau suku asli Pulau Pohnpei.

Usia O'Connell terbilang tak lama. Ia wafat di usia 46 tahun. Seperti dicatat oleh seorang saksi mata bernama Maria Ward Brown, upacara pemakaman O'Connell lebih menyerupai upacara hiburan alih-alih sebuah pemakaman pada umumnya. Brown menulis, "O'Connell berpikir bahwa peralihan dari hidup yang penuh penderitaan ini akan lebih pantas dirayakan dengan musik dan sukacita daripada duka dan kesedihan."

Tag: yang unik Tato

Bagikan: