Mengapa Tato di Korea Selatan Dikecam Publik?

Tim Editor

Han So Hee (SCMP)

Seoul, era.id - Kesuksesan drama The World of Married tak lepas dari kontroversi salah satu pemainnya, Han So Hee. Foto lawas pemeran Yeo Da Kyung ini mendadak jadi perbincangan publik, khususnya Korea Selatan.

Sebuah foto lawas milik Han So Hee yang diambil beberapa tahun lalu memperlihatkan kedua tangannya yang memiliki tato cukup besar. Bukan cuma itu, foto Han So Hee yang sedang merokok juga jadi perbincangan sekaligus kecaman dari banyak pihak.

Banyak warganet yang menuding hal ini tak etis dan tak pantas dimiliki oleh seorang perempuan. Apalagi, dia seorang publik figure yang menjadi pusat perhatian. Kecaman ini berawal dari orang Korea Selatan yang masih menganggap seni tato ini sebuah hal yang tabu di negara mereka.

Menanggapi foto kontorvesial Han So Hee, salah seorang warganet mengatakan, “Dia cantik tetapi jika dia adalah pasangan saya, saya tidak akan bisa hidup bersamanya,” kata dia seperti dikutip SCMP, Senin (8/6/2020).

Lalu bagaimana sebenarnya seni tato di Korea Selatan sendiri? Dan, bagaimana sejumlah idol Kpop seperti G-Dragon dan Jay Park berdamai dengan tato milik mereka?

Menurut keputusan Mahkamah Agung tahun 1992, tato dianggap sebagai salah satu prosedur medis yang bisa jadi ilegal bagi tempat-tempat yang membukanya tanpa izin dan tanpa lisensi medis secara resmi.

Dengan peraturan itu, stasiun televisi bahkan memutuskan untuk menutup tato yang dimiliki beberapa artis dengan lakban hitam agar tak tersorot kamera. Bahkan, ketika selebritas bertato muncul di layar kaca tanpa penutup, pihak penyiar televisi bisa membuat goresan tinta itu menjadi blur.

“Jika Anda hanya menonton film Korea, Anda dapat melihat bahwa gangster dan penjahat adalah yang bertato,” kata Song Kang-seob, Direktur Asosiasi Tato Korea.

“Tapi perspektif telah berubah, yang bisa dilihat dari bagaimana kita menggunakan bahasa Inggris 'tato' saat ini, alih-alih memakai kata tradisional Sino-Korea, moonshin yang memiliki arti lebih tabu,” lanjutnya.

Di Korea Selatan, tren tato di kalangan remaja ini bermula saat negara itu menjadi tuan rumah Piala Dunia 2002. Di mana saat itu bintang lapangan sepak bola, David Beckham memiliki tato hampir di seluruh tangan dan tengkuk lehernya.

Siaran langsung yang penampilan David Beckham itu disaksikan oleh jutaan mata warga Korea Selatan, yang setahun kemudian diikuti oleh Ahn Jung-hwan, pahlawan sepak bola Korea Selatan yang memamerkan tato di pundaknya.

“Sejak saat itu tempat-tempat (tato) mulai bermunculan dan teknologi untuk para penato berkembang sangat pesat,” ungkap Kang.

Diskriminasi tentang orang yang memiliki tato bukan hanya berlaku bagi selebritas dan atlet saja. Orang biasa yang bekerja di sebuah perusahaan maupun bar juga sempat merasakan hal yang sama seperti Han So Hee. Misalnya pengalaman yang terjadi oleh Lee Eun-bi, seorang pekerja di sebuah pusat lansia di Suwon, sebuah kota di Selatan Seoul.

“Saya mulai mengenakan lengan panjang untuk menutupi tato saya setelah diadili di tempat kerja,” kata Lee Eun-bi.

Hal ini terpaksa dia lakukan karena rekan kerjanya kebanyakan orangtua dan menghindari pertanyaan yang bersifat menyudutkan dirinya. Meski sudah menutupi tatonya dengan baju panjang, Eun-bi masih sempat ditanyai tentang tatonya. Bahkan, tak jarang rekan kerjanya sampai berani menyentuh tato miliknya karena rasa penasaran yang luar biasa.

“Saya pikir itu sangat tergantung pada kelompok umur orang yang bekerja dengan saya," ungkapnya.

Lain halnya dengan pengakuan seorang guru di Paju, utara Seoul, Ryu Jin-ah. Menurutnya selama dia mengabdi sebagai seorang guru, belum ada satu pun rekan seprofesinya yang kedapatan memiliki tato di tubuh. Dia juga menuturkan bahwa sebagai pelayan publik, mereka tidak bisa melanggar martabat seorang guru hanya karena sebuah tato.

Polemik hal pertatoan yang terjadi di Korea Selatan ini rasanya tak berlaku bagi G-Dragon dan juga Jay Park. Kedua musisi ini dikenal dengan gayanya yang nyentrik lengkap dengan tato yang hampir menutupi seluruh tubuh.

Mereka berdua bahkan dianggap sebagai sumber inspirsi bagi generasi muda di Korea Selatan. Tak heran, tempat tato di daerah Itaewon dan Hongdae kebanjiran pelanggan yang ingin memiliki goresan tinta itu.

“Zaman sudah berubah. Saya mencoba untuk menutupi tato saya ketika saya pergi ke pertemuan formal, tetapi saya benar-benar terkejut dengan betapa banyak orang tidak peduli tentang hal-hal seperti tato hari ini,” kata Kim Yu-kyoung, seorang pekerja di Seoul yang berbasis bisnis luar negeri.

Terlepas dari polemik dan seni tato di Korea Selatan, saat ini sudah banyak selebritas yang terang-terangan menunjukkan tato di tubuh, misalnya Taeyeon SNSD, Hyorin eks SISTAR, HyunA, Baek Yerin, Chanyeol EXO, Amber F(x), Sunmi, hingga B.I eks iKON.

Tag: kpop

Bagikan: