Dituding Jadi Aktor Utama Lengsernya Gus Dur dari Kursi Presiden, Amien Rais: Masa Saya Seorang?

Tim Editor

Amien Rais dan Gus Dur berbincang (Wikimedia Commons)

ERA.id - Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Muhammad Amien Rais belum lama ini bercerita tentang kedekatannya dengan Presiden ke-4 Indonesia, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Tak cuma itu, ada kisah menarik juga yakni Amien kerap dituding sebagai aktor di balik lengsernya Gus Dur dari tampuk pemimpin tertinggi di Indonesia.

Menjawab tudingan itu, Amien mengaku sangat berlebihan kalau ada yang mengatakan pelengseran itu dimotori oleh dirinya seorang.


"Masa saya seorang? Kan (MPR) banyak akademisinya, banyak jenderalnya dan segala macam," ujar Amien menjawab pertanyaan Akbar Faizal dalam video yang diunggah di youtube, dikutip Kamis (21/10/2021).

Sebelum Gus Dur dijatuhkan, Amien sendiri sudah mengaku beberapa kali memperingati kawan dekatnya itu agak tak membuat kebijakan yang bisa memicu kontroversi dan meningkatkan eskalasi politik.

”Saya kan membaca. Beberapa kali saya bilang, Gus kalau Anda itu tidak banyak bicara setiap Jumat, ekonomi kita ini sudah autopilot, bergerak bagus. Anda tenang saja, tidak perlu mengatakan bintang kejora boleh berkibar asal di bawah Merah Putih. Anda juga bicara kalau perlu Aceh referendum.”

Amien merasa perlu mengingatkan sebab pernyataan Gus Dur sensitif bagi sejumlah kalangan.

”Gus, kata-kata ini berat lho implikasinya. Listen to me please. Kalau Anda sampai ambruk, Umat Islam ikut ambruk,” tutur Amien mengulang kalimatnya kepada Gus Dura kala itu.

Mendengar itu, Gus Dur sempat membalas Amien. ”Iyo tak rungoke, Mas Amien, opo jaremu. (Ya, saya dengarkan Mas Amien, apa katamu lah) Ya Alhamdulillah, Omongan saya ini bisa dicek lewat Alwi Shihab,” ungkap Amien

Walau sudah dinasihati, semakin lama, Gus Dur tetap asyik dengan tingkah politiknya. Hingga akhirnya, surat memorandum DPR pertama beredar.
Isinya permohonan agar MPR menggelar sidang istimewa. Surat ditandatangani semua fraksi, kecuali PKB.

Saat itu Amien mengaku, ia langsung mendatangi Gus Dur. Kepada ayah dari Alissa Wahid itu, Amien mengatakan situasi sudah gawat.

"Gus ini sudah serius, tapi Anda tetap tenang. Yang penting pokoknya jangan macam-macam ngomongnya. Saya ingatkan jangan lagi bicara Papua, itu sensitif sekali," kata Amien.

"Mas Amien jamin?" tanya Gus Dur.

Amien lalu menjawab bahwa dia menjamin tidak ada lagi memorandum kedua. ”Saking gembiranya, dia menyanyi Bengawan Solo sambil bersiul. Saya bilang, gitu ya Gus? Dia ngomong, ya bismillah. Terus saya peluk lalu sudah pulang,” tutur Amien.

Siapa sangka, bandul politik tak berpihak ke Gus Dur. Lewat pernyataan-pernyataan yang dimaksud Amien sensitif, akhirnya Gus Dur terdepak dari Istana Presiden.

“Jadi, saya kira kalau dikatakan saya yang melengserkan, masak saya bisa mendikte orang sebanyak itu. Ya itu (pelengseran) yang minta yang teman-teman, serempak saja waktu itu. Semua berdiri kecuali PKB, hanya Pak Matori Abdul Jalil yang berdiri,” ungkap Amien.

Untuk diketahui, pada Pemilu 1999, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur terpilih sebagai presiden pertama pasca reformasi dalam sidang umum MPR yang diketuai Amien Rais.

Namanya muncul sebagai alternatif di tengah kebuntuan oleh Poros Tengah yang juga diinisiasi Amien Rais. Tetapi pertengahan 2001, Gus Dur akhirnya harus meninggalkan kursi kepresidenan setelah dipecat MPR melalui sidang istimewa.

Tag: amien rais pkb partai ummat gus dur akbar faizal gus dur lengser

Bagikan: