Mengenal Profil Radja Nainggolan, Eks Pemain Belgia Berdarah Indonesia

| 08 Nov 2023 17:17
Mengenal Profil Radja Nainggolan, Eks Pemain Belgia Berdarah Indonesia
Radja Nainggolan (skysports)

ERA.id - Profil Radja Nainggolan jadi perhatian warga Indonesia. Mantan gelandang AS Roma itu datang ke Indonesia untuk memeriahkan Piala Dunia U-17 2023.

Sampai di Indonesia, dia ke Sarinah untuk membeli pakaian batik. Hal itu diketahui berdasarkan unggahan akun Instagram pribadi Ketua PSSI, Erick Thohir.

"Selamat datang di Indonesia, Radja Nainggolan!" ungkap Erick dalam takarirnya.

"Sampai di Indonesia, Radja Nainggolan langsung jalan-jaan ke Sarinah untuk lihat produk asli Indonesia sekalian beli batik," lanjutnya.

Radja Nainggolan mencoba baju batik (Instagram @erickthohir)

Mengenal Profil Radja Nainggolan

Radja Nainggolan merupakan mantan pemain timnas sepak bola Belgia. Dia begitu menarik perhatian karena Radja punya darah Indonesia. Dia lahir di Kota Antwerpen, Belgia, 4 Mei 1988, dan memilih tetap berkewarganegaraan Belgia, bukan Indonesia.

Orang tuanya adalah Marius Nainggolan dan Lizi Bogaerts. Berdasarkan sejumlah sumber, Marius adalah warga negara Indonesia bersuku Batak. Sementara, ibunya adalah warga negara Belgia beretnis Flandria. 

Nainggolan punya saudara kembar perempuan bernama Riana Nainggolan. Mereka tumbuh bersama ibu dan tiga saudara tirinya. Iya, mereka tumbuh tanpa sosok ayah sebab Marius meninggalkan keluarganya untuk kembali ke Indonesia sejak Radja masih kecil. 

Sebelum itu terjadi, hubungan Marius dan Lizi juga diketahui kurang harmonis. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh faktor ekonomi.

Nainggolan dan keluarganya tak putus asa. Setelah cukup umur, Nainggolan dan saudara kembarnya berkarier sebagai pemain sepak bola demi mendapatkan hidup yang lebih baik. Hal itu juga tak lepas dari dorongan sang ibu.

Karier Sepak Bola Radja Nainggolan Tingkat Klub

Radja Nainggolan sudah mengenal dunia sepak bola sejak usia 5 tahun. Dia melatih skill pemulanya di klub kampung halaman, Tubantia Borgerhout. Saat berusia sepuluh tahun, Nainggolan pindah ke klub Germinal Beerschot. 

Setelah beberapa waktu, pada 2004 dia merantau ke Italia. Nainggolan bergabung dengan klub Negeri Piza, Piacenza, untuk bermain di tim U-19. Masuk musim 2007—2009, Nainggolan dipercaya masuk tim senior meski baru berusia 19 tahun.

Dia membela Piacenza selama 3 musim dengan catatan 74 penampilan, 4 gol, 5 assist, dan 13 kartu kuning. Penampilan impresif membuat Nainggolan dilirik klub Cagliari. Akhirnya, dia pindah ke tim tersebut pada pertengahan musim 2009-2010. 

Prediksi Cagliari tidak salah. Nainggolan bermain bagus dan menjadi andalan pada musim keduanya di Cagliari. Saat musim debutnya, Nainggolan tercatat bermain sebanyak 45 kali di semua kompetisi, mencetak 2 gol, dan 2 assist di semua ajang, termasuk Serie A. 

Empat musim kemudian, Nainggolan dipinjamkan ke AS Roma, tepatnya pada pertengahan musim 2013/2014. Pada musim selanjutnya, I Giallorossi mematenkan Nainggolan sebagai salah satu pemainnya dengan mahar 15 juta euro (sekitar Rp300 miliar). 

Prestasi Nainggolan di tim Ibu Kota terjadi pada musim 2017/2018. Dia dan teman-temannya berhasil masuk semifinal Liga Champions usai menyingkirkan Barcelona dengan agregat 4-3. Sayang, langkah mereka terhenti oleh perwakilan Inggris, Liverpool, usai kalah agregat 7-6.

Musim selanjutnya, Nainggolan menerima pinangan Inter Milan. Pindah dengan nilai transfer 38 juta euro (sekitar Rp660 miliar), Nainggolan tidak memberikan catatan istimewa selama dua musim berseragam biru hitam.

Dia bahkan sempat dipinjamkan ke mantan klubnya, Cagliari, untuk dua musim. Kemudian, masuk bursa transfer musim panas 2021/2022, Inter Milan melepas Nainggolan ke klub Belgia, Royal Antwerp dengan status bebas transfer.

Dua musim bermain di “rumah”, Nainggolan tercatat 55 kali bermain, mencetak 6 gol, dan membuat 5 assist. Prestasi terbaiknya terjadi pada musim 2022/2023, yaitu saat dia berhasil mengantarkan Royal Antwerp menjuarai Liga Belgia.

Capaian ini membuat Royal Antwerp masuk ke Liga Champions 2023/2024. Sayangnya, masuk bursa transfer musim dingin Nainggolan pindah ke SPAL dengan status bebas transfer. Di sana pun kontraknya tak diperpanjang dan saat ini masih mencari klub baru dengan status bebas transfer.

Rekomendasi