Mesut Ozil Buka Suara Setelah Didepak dari Skuad EPL Arsenal

Tim Editor

Ilustrasi: Mesut Ozil menjadi salah satu pemain termaal yang didatangkan oleh klub Arsenal FC. Nilai transfernya pada tahun 2013 mencapai 54,8 juta dolar AS. (Foto: Patrick Timmons/Twitter)

ERA.id - Mesut Ozil mengaku "sangat kecewa" setelah dirinya tidak diikutkan dalam skuad Arsenal untuk Liga Inggris (EPL) musim 2020/21.

Pemain berkebangsaan Jerman itu merupakan salah satu pemain termahal Arsenal, menerima bayaran 450.000 dolar AS (Rp6,6 miliar) per pekan, seperti dilansir CNN. Namun, sejak Maret lalu pemain lapangan tengah ini tidak pernah dimainkan, bahkan tidak disertakan pelatih Mikel Arteta dalam skuad Liga Eropa klub tersebut.

Belakangan Ozil juga tidak termasuk dalam 25 pemain skuad Arsenal untuk Liga Premier Inggris musim ini, sehingga ia hanya bisa bermain untuk skuad Under-23 hingga kontraknya habis musim panas tahun depan.

Dalam sebuah posting Instagram, Ozil buka suara mengenai keputusan timnya. Ia menuduh tim Arsenal tidak menghargai kesetiaan seorang pemain.

"Saya sangat kecewa saat ini saya tak didaftarkan untuk musim Liga Premier," tulis Ozil.
"Setelah menandatangani kontrak saya pada 2018, saya telah bersetia sepenuhnya pada Arsenal, klub yang saya cintai ini. Dan saya sangat sedih karena kesetiaan ini ternyata bertepuk sebelah tangan.

"Saya baru mengerti bahwa kesetiaan tak terlalu dihargai saat ini. Saya selama ini, dari pekan ke pekan, terus mencoba berpikir positif, bahwa mungkin ada peluang bagi saya untuk bisa masuk ke skuad lagi. Itulah kenapa saya memilih diam sampai saat ini."

Ia melanjutkan dengan mengapresiasi kepelatihan Mikel Arteta, dan ia pun merasakan level permainannya yang sedang sangat bagus. "Namun, kemudian banyak hal berubah, dan saya mulai tak diperbolehkan bermain sepak bola untuk Arsenal," kata Ozil.

Merasa menjadi bagian dari klub Arsenal dan kota London Utara, Ozil berharap dirinya tak akan mengakhiri musim ke-8 bersama Arsenal dalam situasi seperti saat ini. Ia mengaku seluruh keputusan klub tidak membuatnya berubah.

"Saya akan terus berlatih sebaik mungkin, dan sebisa mungkin menggunakan suara saya untuk memprotes ketidakadilan dan hal-hal yang tak manusiawi di luar sana," kata Ozil.

Pada Desember 2019, Mesut Ozil sempat menyatakan keprihatinannya terhadap kaum Muslim Uighur yang mendapat perlakuan buruk oleh pemerintah China. Namun, klub Arsenal lantas tampak menjaga jarak dengan pernyataan salah satu pemainnya tersebut.

Pada Agustus lalu, seperti dilansir majalah the Atlantic, Ozil mengekspresikan kekecewaannya terhadap klub Arsenal yang ia anggap salah jika memandang isu Muslim Uighur sebagai suatu komentar politik.

Seperti dilansir CNN, Arsenal tidak langsung berkomentar atas posting Instagram Ozil.

Pada 2013 lalu, Ozil merupakan pemain termahal yang dibeli oleh klub London Utara tersebut, dengan nilai transfer mencapai 54,8 juta dolar AS. Sejak itu ia telah bermain dalam 184 laga Liga Premier dan menghasilkan 33 gol serta menyumbang 54 assist.

Selama merumput bersama Arsenal, Ozil ikut mengangkat tiga Piala FA dan satu kali menjuarai Community Shield. Namun, titel juara Liga Premier memang masih belum bisa diraih oleh Ozil bersama klubnya tersebut. Terakhir Arsenal memenangi titel bergengsi tersebut pada tahun 2004.

Tag: liga inggris arsenal

Bagikan: