Buntut Insiden GP Silverstone, Red Bull Pecat Anggotanya yang Bikin Pesan Rasis

Tim Editor

Tulisan pesan di kaos bagian dari kampanye We Race as One sebelum balapan pada Austrian Grand Prix, Red Bull Ring, Spielberg, Styria, Austria, Minggu (4/7/2021). (Foto: ANTARA FOTO/Pool via REUTERS/Christian Bruna/AWW/sa)

ERA.id - Tim Red Bull telah memecat salah satu pegawainya menyusul terungkapnya pesan singkat berbau rasisme.

Televisi Sky Sports, dilansir Sabtu, (31/7/2021), melaporkan bahwa salah satu anggota tim Red Bull yang tidak disebutkan namanya itu menggunakan bahasa bernada rasisme dalam pesan singkat pribadinya, yang terungkap setelah dipublikasikan di media sosial.

Disebutkan bahwa orang tersebut bukanlah anggota berkedudukan tinggi di Red Bull maupun yang bertugas di trek saat balapan.


"Kami mengutuk segala bentuk pelecehan rasis. Kami tak memberi toleransi terhadap perilaku rasis. Orang yang dimaksud sekarang bukan lagi anggota Red Bull Racing," demikian pernyataan Red Bull seperti dikutip Reuters, Jumat.

Red Bull saat ini menghuni puncak klasemen konstruktor dengan keunggulan empat poin dari Mercedes, sedangkan Max Verstappen juga memuncaki klasemen pebalap dengan margin delapan poin dari jagoan Mercedes Lewis Hamilton setelah sepuluh balapan.

Hamilton, satu-satunya pebalap berkulit hitam di grid, juga mengalami perundungan bernada rasisme di media sosial menyusul insiden kecelakaan dengan Verstappen di Silverstone bulan ini ketika Grand Prix Inggris.

Insiden di lap pembuka itu mengirim Verstappen ke rumah sakit, meski lolos dari cedera, dan Hamilton mengklaim kemenangan di kampung halamannya itu untuk kedelapan kalinya meski mendapat penalti 10 detik.

Tag: formula 1 Rasisme Lewis Hamilton

Bagikan: