Mampukah Prilly Latuconsina Membesarkan 'Bayi Ajaib' dari Tangerang?

| 05 Feb 2022 15:57
Prilly Latuconsina dan manajemen saat peluncuran skuad Persikota Tangerang menuju Liga 3 Putaran Nasional di salah satu hotel di Kota Tangerang, Jumat, (4/2/2022). (Iqbal/ERA.id)

ERA.id - Artis Prilly Latuconsina ikutan nimbrung 'main' dalam bisnis sepak bola seperti Rafi Ahmad yang memiliki klub sepakbola Rans FC dan Atta Halilintar dengan AHHA PS Pati FC.

Kalau Raffi dan Atta mengakuisi klub liga 2, perempuan yang dekat dengan eks Ketum PSSI Nurdin Halid ini, memilih Persikota Tangerang yang berlaga di Liga 3 untuk dimiliki.

Pemeran Risa Saraswati dalam Film Danur 4 ini mengaku memilih Persikota, sebab ingin berjuang bersama klub yang berjuluk Bayi Ajaib ini.

Dirinya juga ingin merasakan proses membawa klub dari kasta paling rendah menjadi yang terbaik.

"Karena aku ingin berjuang bareng, itu alasan utamanya, aku ingin rasakan bagaimana prosesnya," ujarnya saat peluncuran skuad Persikota Tangerang menuju Liga 3 Putaran Nasional di salah satu hotel di Kota Tangerang, Jumat, (4/2/2022) kemarin.

Dirinya juga perlu mempelajarinya, sebab Artis kelahiran 15 Oktober 1996 ini baru merasakan dunia sepakbola. Sehingga, dengan proses yang dijalankan ini Prilly dapat memahami seluk beluk dunia sepakbola.

 "Karena aku di sepakbola kan baru, jadi aku perlu mempelajari prosesnya, dengan secara terbuka , transparan. Agar kita bisa berproses bareng-bareng dan naik liga 1," katanya.

Di samping itu kata Prilly, Persikota sarat akan sejarah. Diketahui, Persikota terbentuk pada 1994 lalu. Bayi ajaib kemudian mulai berlaga di liga Indonesia pada musim 1995/1996.

Sesaat setelah dilahirkan, Persikota Tangerang langsung tancap gas menjuarai Divisi II Liga Indonesia 1995/1996. Kemudian, Divisi I Liga Indonesia 1996/1997.

Dengan prestasi itu, Persikota dipastikan lolos ke Divisi Utama 1997/1998 sehingga mendapat julukan Bayi Ajaib.

Prestasi tertinggi yang pernah diraih oleh Persikota Tangerang sejauh ini adalah mencapai Babak Semifinal Divisi Utama Liga Indonesia 1999/2000. Setelah saat itu, Persikota bertahan di kasta tertinggi liga Indonesia beberapa tahun setelah akhirnya tenggelam pada 2012 lalu.

"Persikota Ini sejarahnya panjang dan suporter banyak dan sudah mencatat prestasi makannya disebut bayi ajaib, jadi Persikota butuh ibu ajaib. Jadi bayi ajaib butuh ibu ajaib, kita berjuang bareng bareng sampe ke liga 1 ya, itu alesannya saya pilih liga 3," jelasnya.

Rekomendasi