Efek dan Bahaya Remap ECU Mobil, Pahami Dulu Sebelum Coba-Coba

| 25 Sep 2022 09:03
Ilustrasi mobil (unsplash)

ERA.id - Performa mobil bisa dimaksimalkan dengan beberapa cara, salah satunya adalah remapping ECU alias remap ECU mobil. Ini merupakan proses kalibrasi ECU mobil yang disebut mampu meningkatkan tenaga hingga lebih dari 10 persen.

Secara lebih mudah, remapping ECU merupakan penyetelan ulang ECU pada mobil agar sesuai kebutuhan dari pemilik mobil tersebut. Namun, ada efek samping dari remapping ECU. Pemilik kendaraan sebaiknya mengetahui hal ini sebelum melakukannya.

Mengenal ECU Mobil

Dilansir laman resmi Wuling, electronic control unit (ECU) merupakan komponen mobil yang punya peran sebagai sirkuit elektronik utama. ECU mobil mengendalikan aktuator yang menggantikan sistem mekanis, seperti injektor, electric fan, VVT, dan lainnya.

Ilustrasi pemrograman mobil (unsplash)

Sebelum ECU digunakan, sistem mekanis mengatur beberapa hal, seperti pencampuran bahan bakar, pengukuran waktu pengapian, dan kecepatan putaran mesin.

ECU yang ada pada mesin injeksi menjadi komponen inti yang bisa menentukan jumlah bahan bakar yang telah disuplai ke mesin. Program komputer akan menerima sejumlah data dan menggerakan mesin sesuai takaran yang dibutuhkan.

Alat ini juga bisa menentukan durasi injeksi bahan bakar pada bagian injector dengan menentukan waktu yang tepat untuk memberikan campuran udara dan bahan bakarnya terhadap mesin.

Efek Samping Remap ECU Mobil

Produsen otomotif telah menyiapkan atau mengatur kendaraan yang diproduksinya agar selalu optimal dan bertahan dalam jangka panjang. Hal tersebut disampaikan oleh Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor, Didi Ahadi.

Didi menjelaskan bahwa program ECU yang ada pada mobil tidak mungkin buruk dan berumur pendek. Dia tidak menyarankan untuk mengotak-atik atau melakukan perubahan pada ECU tersebut.

Penentuan program ECU mobil yang dilakukan oleh pabrikan berdasarkan riset panjang terkait kebutuhan target konsumen model tertentu. Dengan kata lain, lanjutnya, hal tersebut bukan tindakan asal-asalan berdasarkan ego atau emosi sesaat, melainkan demi keuntungan jangka panjang kepemilikan mobil.

Remap itu merubah parameter-parameter seperti injector, timing, dan sebagainya, yang mana hal tersebut sudah diatur sedemikian rupa oleh pabrikan dengan memperhitungkan keamanannya. Di antaranya kekuatan, material part-nya dan lain-lain,” terang Didi, dikutip Era dari Kompas.

Dia mengatakan, jika hal tersebut dilakukan oleh orang yang tidak ahli, remap ECU akan menemui kegagalan. Selain itu, alat yang digunakan dia sebut punya spesifikasi khusus. Jika remap ECU tidak benar, dampaknya adalah kerusahan komponen mesin.

“Tidak boleh dilakukan sembarangan, harus orang yang benar-benar paham betul! Selain itu, peralatan remap ECU seperti laptop yang digunakan harus memiliki spesifikasi khusus,” jelasnya.

Tak hanya kerusakan. Didi mengatakan bahwa kerusakan yang disebabkan oleh remap ECU membuat garansi mobil bisa hangus. Dengan kata lain, kerusakan tersebut tidak bisa ditanggung oleh pihak perusahaan.

“Maka dari itu, pemilik kendaraan sebaiknya lakukan perawatan sederhana saja, dan jangan lupa untuk melakukan servis berkala agar perfoma mesin mobil selalu terjaga,” saran Didi.

Head Product Improvement/EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor, Bambang Supriadi, memiliki pendapat serupa. Namun, dia membenarkan bahwa remap ECU mobil bisa meningkatkan performa mobil.

“Secara teknis remap ECU memang bisa mendongkrak perfoma mesin mobil. Tetapi kalau sampai ada kerusakan karena remap itu, maka garansinya tidak berlaku,” terang Bambang.

Rekomendasi