Makin Populer Pasca Invasi Rusia ke Ukraina, Telegram Targetkan Satu Miliar Pengguna Aktif hingga Akhir Tahun

| 17 Apr 2024 18:45
Makin Populer Pasca Invasi Rusia ke Ukraina, Telegram Targetkan Satu Miliar Pengguna Aktif hingga Akhir Tahun
Telegram (freepik)

ERA.id - Salah satu platform media sosial paling populer, Telegram, menargetkan satu miliar pengguna aktif dalam waktu satu tahun. Target itu kian meningkat setelah pecahnya invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.

Pendiri Telegram, Durov, mengatakan dia percaya angka satu miliar pengguna aktif bisa tercapai tahun ini. Angka itu diperkirakan akan terus meningkat seiring berjalannya waktu.

"Kami mungkin akan melampaui satu miliar pengguna aktif bulanan dalam satu tahun sekarang," kata Durov, dikutip Reuters, Rabu (17/4/2024).

Durov, yang menurut perkiraan Forbes memiliki kekayaan sebesar 15,5 miliar dolar AS, mengatakan beberapa pemerintah berusaha menekannya. Namun aplikasi tersebut, yang kini memiliki 900 juta pengguna aktif, harus tetap menjadi platform netral dan bukan pemain geopolitik.

Salah satu saingan utama Telegram, Meta Platforms seperti WhatsApp, memiliki lebih dari dua miliar pengguna aktif bulanan. Dalam laporan Financial Times pada bulan Maret, dikatakan bahwa Telegram kemungkinan akan mengincar listing di AS setelah perusahaan mencapai profitabilitas.

Telegram, yang sangat berpengaruh di negara-negara republik bekas Uni Soviet, menduduki peringkat sebagai salah satu platform media sosial utama, setelah Facebook, YouTube, WhatsApp, Instagram, TikTok, dan WeChat.

Setelah Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada tahun 2022, Telegram telah menjadi sumber utama konten tanpa filter dan terkadang vulgar dan menyesatkan dari kedua belah pihak tentang perang dan politik seputar konflik tersebut.

Rekomendasi