Milenial yang Masih Abai Soal Kemanan Data Pribadi

Tim Editor

Ilustrasi (Pixabay)

ERA.id - Generasi milenial di Indonesia dinilai masih kurang peduli dengan keamanan data pribadi mereka di dunia maya. Hal tersebut diungkapkan Direktur Tata Kelola Aplikasi Informatika, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo Mariam F Barata dalam acara webinar yang diselenggarakan oleh Siberkreasi, Senin (10/8/2020).

"Terkait data pribadi, meski milenial sadar ada dampak positif dan negatif tapi dia belum aware tentang data pribadinya," ungkap Mariam.

Menurut data yang dimiliki, kata Mariam, pengguna internet di Indonesia mayoritas adalah kaum milenial.

Mariam mengatakan, hal tersebut tersebut terbukti bahwa 93 persen pengguna internet mengakui mereka lebih banyak berbagi data sesuai situs atau aplikasi yang digunakannya. Bahkan, satu di antara 10 orang pernah membagikan PIN dan password pribadinya.

"Ini banyak yang tidak diperhatikan oleh kita atau kaum milenial kebanyakan karena kebanyakan yang memakai internet adalah milenial. Mereka juga belum menyadari dengan men-share data kita ada kerentanan penyalahangunaan data pribadi," paparnya.

Kebanyakan pengguna internet juga tak sadar telah meninggalkan jejak digital dan data pribadi di berbagai aplikasi baik media sosial maupun platform perdagangan. Seperti nama, alamat, hingga hobi.

Hal tersebut, kata dia, jika tidak dijaga dengan sungguh-sugguh maka rentan dicuri dan digunakan untuk hal-hal yang negatif seperti penipuan dan lain sebagainya.

"Selanjutnya, bagaimana data pribadi dijualbelikan, jadi ada penjualan data pribadi yang mungkin nama kita ada di dalam situ, dan kita kemudian menerima yang namanya SMS, WhatsApp terkait penawaran, penipuan karena ada data pribadi yang tercecer," pungkasnya.

 

Tag: RUU Perlindungan data pribadi data pribadi bocor

Bagikan: