Kemendikbud Ristek Gandeng Astra Luncurkan Program National Showcase SMK BISA

Tim Editor

Dok. ist

ERA.id - Astra bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) meluncurkan program National Showcase SMK Binaan Astra (BISA) di Ponorogo, Jawa Timur, Kamis (12/5) kemarin.

National Showcase SMK BISA merupakan program pengembangan SMK secara mendalam dan menyeluruh dengan mengedepankan kemitraan dan penyelarasan dengan Grup Astra untuk menjadikan SMK sebagai pusat rujukan nasional. Nantinya seluruh program keahlian akan diterapkan link and match, dengan perusahaan Grup Astra yang terkait.

Sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM vokasi yang memiliki daya saing Global.

Program ini diresmikan di SMK PGRI 2 Ponorogo, yang terpilih sebagai salah satu National Showcase SMK BISA, bersama Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ristek Wikan Sakarinto, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko dan juga manajemen Grup Astra yang hadir pada kegiatan tersebut.


Pada kesempatan ini Astra juga melakukan prosesi donasi Pendidikan anak terdampak COVID-19.

Donasi ini diberikan kepada 650 orang pelajar di seluruh Indonesia dengan total nilai donasi Rp1,3 miliar. Serta penyerahan hibah dari grup Astra kepada SMK PGRI 2 Ponorogo berupa Motor dan special tools dari PT. Astra Honda Motor serta Virtual Reality Preventive Maintenance Komatsu Hydraulic Excavator PC200-80 dari PT. United Tractors Tbk.

Emil Dardak mengapresiasi kerjasama antara dunia pendidikan dan industri.

“Launching National Showcase SMK BISA ini merupakan kerjasama dan sinergi yang sangat baik antara Kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi," ujar dia.

Emil juga menuturkan program ini merupakan upaya pengembangan SMK secara mendalam dan menyeluruh mulai dari brainware, software dan hardware dengan mengedepankan kemitraan dan penyelarasan dengan grup Astra untuk menjadikan SMK sebagai pusat rujukan nasional.

Sementara itu, Head of Social Engagement Astra, Triyanto mengatakan pengembangan National Showcase SMK Bisa merupakan program yang berjalan dengan dana matching fund antara Astra dengan Ditjen Pendidikan Vokasi.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ristek, Wikan Sakarinto, mengatakan nantinya SMK PGRI 2 Ponorogo akan mendapatkan kucuran dana lebih kurang Rp5 Miliar.

Dana tersebut merupakan dana National Showcase SMK BISA sebesar Rp2,5 miliae dari Astra dan juga mendapat tambahan Rp2,5 miliar dari Kemendikbud Ristek melalui SMK Pusat Keunggulan (PK) skema Pemadanan.

"Bentuknya bisa peralatan, infrastruktur, pelatihan guru, dan pelatihan kepala sekolah SMK," jelas Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud Ristek tersebut.

Program ini, menurut Wikan, merupakan link and match, kolaborasi antara pendidikan vokasi SMK dengan dunia industri nyata.

"Ke depan akan kita upayakan bisa mendapatkan project riil, jadi siswa belajar sambil mengerjakan projects sesungguhnya," pungkasnya.

Wikan juga menuturkan, SMK PGRI 2 Ponorogo merupakan satu dari 1.400 SMK PK. Sekolah yang diberi amanah menjadi SMK PK ini, harus menularkan tiap keungulan sekolahnya itu ke SMK lainnya. Sehingga mereka tidak punya eksklusifitas.

“Semuanya akan menerapkan kurikulum baru yaitu kurikulum Merdeka, yaitu kurikulum yang jauh lebih fleksibel, kurikulum yang lebih adaptif dengan apa yang diinginkan oleh industri. Kurikulum yang tidak lagi mengikat isi, tetapi kurikulum yang kita cuma atur di rangkanya aja sebagai acuan,” jelasnya.

“Semua nanti akan dimerdekakan kepada kepala SMK dan guru untuk menyesuaikan dengan konteks lokal atau mungkin strategi khusus beberapa SMK yang berada di dalam kawasan industri,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Wikan memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah membina pendidikan vokasi selama ini. Sehingga, sekolah yang menggunakan pendidikan vokasi, bisa memiliki platform yang kuat dan berkualitas. Dimana ujungnya berimbas pada peningkatan pendidikan di Indonesia.

“Terima kasih atas kerjasamanya dan perjuangannya, khususnya untuk mitra besar dan stakeholder Astra. Terima kasih,”

Dalam perkembangannya sampai dengan tahun 2021 ini, Astra telah membina 3.320 SMK dengan lebih dari 1200 SMK diantaranya sudah Link and Match di seluruh Indonesia. Dan sampai saat ini, 137 SMK telah terverifikasi dengan Teaching Factory Assessment.

Dengan dikembangkannya Link & Match SMK BISA, lulusan vokasi yang bekerja di Grup Astra sebesar 64 persen dari total karyawan Astra, sedangkan selebihnya diserap langsung oleh industri lain dan sebagian kecil lainnya melanjutkan studi ke jenjang selanjutnya atau menjadi wirausaha.





Tag: Kemendikbud Ristek astra

Bagikan: